Kab.Bandung – InfoNesia.me// Pemerintah kecamatan margahayu menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dalam rangka menyusun rencana kerja pembentukan daerah RKPD tahun 2027. Acara ini berlangsung khidmat di aula Kecamatan Margahayu pada Selasa 10 Februari 2026 dengan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan jajaran perangkat daerah dan anggota DPRD Kabupaten Bandung.

Angie Natesha Geonadi Go S.Ked.,M.HI anggota Dewan DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan secara langsung menghadiri acara tersebut dan memberikan penekanan keras dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Margahayu.

Beliau menegaskan bahwa forum tahunan ini harus menjadi ruang penyelarasan aspirasi yang nyata, bukan sekadar acara formalitas belaka, katanya.

​Dalam sambutannya itu, Srikandi PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Angie Natesha ini, menyoroti bahwa seringkali usulan masyarakat tidak terealisasi bukan karena tidak penting, melainkan karena tidak selaras dengan perencanaan daerah. Oleh karena itu, ia meminta agar hasil Musrenbang dikawal dengan indikator prioritas yang terukur mulai dari tahap penganggaran hingga pelaksanaan.

​Selain masalah birokrasi perencanaan, Dewan Angie menekankan pentingnya transparansi dan keberpihakan pada kelompok rentan, seperti:
​Para petani dan buruh.
​Pelaku UMKM.​Masyarakat dengan kemampuan ekonomi rendah.

Dalam kesempatanya, Dewan Angie juga memberikan perhatian khusus kepada jajaran Camat Margahayu, para Kepala Desa, dan OPD terkait untuk lebih peka terhadap isu-isu krusial di wilayah tersebut, di antaranya penanganan sampah, kebencanaan, serta pencegahan stunting.

Adapun ​salah satu poin paling menyentuh dalam arahannya adalah peringatan mengenai dampak fatal kemiskinan ekstrem dan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak (PPA). Beliau mengingatkan agar tragedi memilukan seperti yang terjadi di Ngada, NTT di mana seorang anak nekat mengakhiri hidup karena masalah biaya sekolah, jangan sampai terjadi di Kabupaten Bandung.

​”Kita akan dipermalukan di Indonesia jika dianggap tidak bisa memperhatikan masyarakat rentan. Jangan sampai kemiskinan ekstrem memicu tindakan putus asa seperti bunuh diri,” tegasnya di hadapan seluruh elemen Kecamatan Margahayu.

​Menutup arahannya, Angie mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial guna memastikan tidak ada warga yang terabaikan dalam ppembangunan”pungkasnya.

 

Yans.