Kab.Bandung Barat – InfoNesia.me//Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi PDI Perjuangan, Angie Natesha Goenadi Go S.Ked.M.HI,bersama jajaran pengurus Baguna Jawa Barat, Panggilan hati di saat rakyat bencana longsor di Kampung Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat,Jawa Barat. untuk meninjau kondisi korban sekaligus membantu proses evakuasi. pada sabtu 24/01/2026.

Anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan Angie Natesha dan relawan Baguna Jawa Barat tersebut menjadi bentuk aksi nyata kepedulian terhadap rakyat, terdampak bencana. Di tengah suasana duka, ” Angie Natesha, menegaskan komitmennya berkolaborasi dengan seluruh elemen, baik relawan, maupun masyarakat, guna mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascabencana. Bantuan logistik, dukungan moril, hingga keterlibatan dalam evakuasi menjadi langkah awal yang dilakukan di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Angie Natesha bersama jajaran Baguna Jabar, menyampaikan turut belasungkawa mendalam atas bencana alam longsor yang terjadi, tidak hanya di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Jawa Barat, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia.

” Rentetan bencana yang terjadi belakangan ini menjadi pengingat akan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan alam. “Kami dari wakil rakyat dan para kader PDI Perjuangan serta baguna jawa barat, turut berduka cita yang sebesar besar nya dan berharap seluruh korban diberikan kesehatan,ketabahan,kekuatan. ” Kami sebagai anggota legislatif semakin mendorong dengan kejadian ini dan untuk fokus pada legislasi, pengawasan, serta penguatan mitigasi bencana,” ujar Angie Natesha.

Angie Natesha juga menegaskan bahwa keberadaan Baguna PDI Perjuangan Jawa barat di lokasi bencana , kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam situasi darurat. Angie Natesha menyebutkan bahwa Baguna akan selalu hadir menjadi titik pertama ketika bencana terjadi, bahkan saat pihak lain belum sempat tiba di lokasi. Komitmen Baguna tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi bencana alam yang lain.

Lebih lanjut, Angie Natesha pun menyampaikan, Bagi PDI Perjuangan, bencana alam bukan sekadar peristiwa, tetapi panggilan kemanusiaan dan panggilan ideologi. “Di saat rakyat dilanda bencana banjir, longsor, dan penderitaan, partai tidak boleh berjarak. PDI Perjuangan lahir dari rahim penderitaan rakyat. Maka mutlak bagi kami untuk turun langsung, hadir, dan bekerja aksi nyata, terutama di Jawa Barat dan seluruh Indonesia yang sedang menghadapi bencana.” ujarnya angie.

Kegiatan Ini adalah ibadah sosial, sekaligus wujud keberpihakan kebangsaan, Kami berpihak pada rakyat kecil, rakyat miskin, dan mereka yang menjadi korban bencana dari situasi dan kondisi yang tidak mereka pilih.

Karena itu, para kader-kader PDI Perjuangan harus terus berada di garis terdepan , membantu dengan apa pun yang bisa diberikan sekecil apa pun, selama itu menjadi nyata dan berarti bagi rakyat. Di saat rakyat menderita, PDI Perjuangan harus selalu hadir, bekerja, dan membuktikan keberpihakannya,”tukasnya.

 

Yans.