Bandung Barat| InfoNesia.me // Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan bencana di wilayah pasirlanggu . Melalui sinergi Baznas kabupaten, provinsi, hingga pusat, sebanyak hampir 40 relawan diterjunkan langsung ke lokasi terdampak guna membantu proses tanggap darurat.
Wakil Ketua I Baznas Kabupaten Bandung Barat Bidang Pengumpulan, Muhamad Abdul, mengatakan bahwa pihaknya telah menghimpun donasi dari berbagai elemen masyarakat dan segera menyalurkannya dalam bentuk bantuan langsung di lapangan.
“Alhamdulillah, kami sudah menurunkan hampir 40 relawan dari Baznas KBB, Baznas Provinsi, hingga Baznas Pusat. Di lokasi kami mendirikan dapur umum yang setiap hari menyiapkan sekitar 500 porsi makanan untuk para pengungsi dan relawan,” ujar Muhamad Abdul.
Tak hanya dapur umum, Baznas KBB juga membuka tiga titik pos air hangat di beberapa lokasi strategis, termasuk posko utama dan area atas lokasi bencana. Pos ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar relawan maupun penyintas, seperti kopi, minuman hangat, dan logistik ringan.
Selain itu, relawan Baznas turut terlibat dalam proses evakuasi korban, termasuk membantu pengambilan jenazah, serta melakukan asesmen kebutuhan mendesak warga terdampak.
Menurut Muhamad Abdul, kebutuhan paling mendesak saat ini bukan lagi pakaian layak pakai, karena stok di lokasi sudah berlimpah.
Justru yang sangat dibutuhkan adalah makanan siap saji, kebutuhan bayi, serta pakaian dalam perempuan. Ia juga menyoroti kondisi ekonomi para penyintas yang terhenti total akibat bencana.
“Mereka sekarang belum punya pemasukan. Jadi bantuan pangan sangat krusial. Untuk jangka panjang, tentu mereka juga membutuhkan dukungan agar bisa kembali bersekolah, membangun rumah, dan memulihkan ekonomi keluarga,” jelasnya.
Baznas KBB juga menerima titipan bantuan dari Baznas Kabupaten Garut, Majalengka, Purwakarta, serta dukungan dari sejumlah Baznas daerah lainnya. Bahkan dalam kegiatan internal terbaru, kembali terkumpul donasi sebesar Rp800 ribu dari para peserta kegiatan.
Muhamad Abdul mengajak seluruh masyarakat, tidak hanya dari Bandung Barat, untuk ikut bergotong royong membantu para korban.
Donasi dapat disalurkan langsung melalui Baznas Kabupaten Bandung Barat atau kanal digital resmi Baznas, yang dinilai lebih akurat dan transparan karena langsung tercatat dalam sistem.
“Di website Baznas KBB semua laporan penghimpunan dan penyaluran terbuka. Kami mengajak masyarakat menggunakan kanal resmi agar alurnya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Baznas KBB juga menggelar bimbingan teknis (bimtek) digital kepada pengurus tingkat kecamatan dan desa sebagai persiapan menyambut Ramadan 2026.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat transparansi pengelolaan zakat, khususnya zakat fitrah, agar kepercayaan publik terus terjaga.
Baznas KBB membagi wilayah pembinaan ke dalam empat zona. Sosialisasi telah dilakukan di wilayah Padalarang, Cipatat, Cikalong, Cipeundeuy, Ngamprah, Cisarua, Parongpong, Lembang, Gununghalu, Sindangkerta, Rongga, hingga Cililin, Cihampelas, Batujajar, dan Saguling.
Muhamad Abdul menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir praktik pengelolaan zakat yang tidak amanah.
Sanksi tegas hingga pemecatan akan diberlakukan bagi oknum yang menyalahgunakan dana umat, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.
“Zakat adalah amanah umat. Kalau ada yang bermain, sanksinya berat, bukan hanya administratif, tapi juga sanksi sosial karena hilangnya kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Sepanjang tahun 2025, Baznas KBB mencatat sebanyak 19.624 penerima manfaat. Sementara untuk Ramadan 2026, Baznas KBB menargetkan sedikitnya 7.000 penerima manfaat, sebagai bagian dari komitmen memperluas dampak sosial dan kemanusiaan.
Jurnalis. : Red
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan