Bandung – Ikatan Ketua Pejuang Perempuan Indonesia (IKPPI) provinsi Jawa barat . R Nita Lusnitaningsih, secara resmi beraudiensi berpartisipasi dalam ajang silahturohim yang diadakan IKPPI bersama perwakilan pemerintah daerah . ” Acara yang berlangsung di Kantor Wakil Gubernur Jawa barat , Gedung Sate . bertujuan memperkuat hubungan kerja, mendiskusikan tantangan Perempuan profesi dan melakukan sinergi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya para perempuan di Provinsi Jawa Barat.
“Kami melihat silahturohim ini sebagai momentum krusial untuk menjembatani antara dunia profesi perempuan dan pemerintah,” ujar Nita dalam acara yang dihadiri para pengurus IKPPI antara lain perwakilan Provinsi Jawa Barat.
Selama acara, R Nita wakii IKPPI pun menyampaikan sejumlah usulan terkait perbaikan regulasi dan pelayanan yang lebih efektif. Di antaranya adalah permintaan untuk peningkatan akses informasi mengenai perubahan, advokasi hukum serta pendirian forum musyawarah teratur antara IKPPI dan lembaga untuk mendiskusikan masalah-masalah yang muncul di lapangan.
“IKPPI berperan penting sebagai mitra pemerintah dalam mendidik wajib dan memastikan kepatuhan. Oleh karena itu, kejelasan aturan dan komunikasi yang lancar sangat diperlukan agar kami dapat bekerja lebih optimal,” jelasnya.
Lebih lanjut R.Nita, Acara ini juga diisi dengan sesi diskusi bersama yang dipimpin oleh wakil Gubernur Erwan Setiawan serta Ibu Samatha Dewi ,Istri wakil Gubernur Jawa Barat, yang menyampaikan apresiasi terhadap peran IKPPI dalam mendukung program pemerintah dan mendukung penuh giat Marching Band
” Gema Karya Pemuda “, ASEAN Records 2026 bersama Ibu Selvi Ananda Gibran Rakabuming raka Istri Wakil Presiden RI .
“Sementara wakil gubernur bapak Erwan juga menyampaikn ,sangat menghargai kontribusi IKPPI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Melalui silahturohim ini, kami berharap dapat menciptakan kerja sama yang lebih erat dan produktif .” ujarnya
Selain diskusi kebijakan, ajang ini juga menjadi wadah untuk berbagi pengalaman antar berbagai divisi IKPPI di Jawa Barat. R.Nita yang juga seorang konsultan pemberdayaan perempuan berpengalaman selama lebih dari 10 tahun, berbagi kasus studi mengenai penanganan masalah bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, yang banyak mendapatkan tanggapan positif dari forum .
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah, namun banyak yang masih kesulitan . Melalui pengetahuan yang kami bagikan, harapannya mereka dapat lebih teratur dan mendapatkan manfaat dari kebijakan yang ada,” tambahnya.
Akhir acara, R Nita IKPPI dan pemerintah provinsi Jawabarat sepakat untuk menjadikan silahturohim ini sebagai agenda tahunan yang akan terus dikembangkan. Nita juga menyampaikan komitmen IKPPI untuk terus aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang mendukung pengembangan profesi konsultan dan peningkatan di daerah.
“Kami akan terus bekerja keras untuk memperkuat peran IKPPI sebagai organisasi profesional , membina , membangun sinergi aktivis perempuan , Silahturohim seperti ini bukan hanya tentang bertemu, tapi juga tentang membangun kerja sama yang berkelanjutan untuk kesejahteraan bersama,” tutup Nita dengan semangat.
Yans.

Tinggalkan Balasan