Bandung Barat|InfoNesia.me //  Semangat penguatan ekonomi kerakyatan mewarnai pelaksanaan Koperasi Expo 2025 yang berlangsung meriah pada Sabtu (6/12/2025). Sejak pagi hari, ratusan peserta dan pengunjung menyemarakkan lokasi acara melalui kegiatan senam zumba, hiburan musik, serta pertunjukan seni budaya yang menjadi pembuka suasana penuh antusiasme.

Rangkaian seremoni resmi turut digelar, mulai dari menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, hingga laporan kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Barat.

Kehadiran Bupati Bandung Barat yang meninjau langsung tiap stan pameran dan bazar UMKM menjadi magnet tersendiri sekaligus wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung pertumbuhan koperasi dan pelaku usaha lokal.

Salah satu UMKM yang mencuri perhatian pengunjung adalah Rumah Madu Indonesia, diwakili oleh Reja selaku bagian pemasaran.

Ia mengungkapkan bahwa produk madu murni dan madu herbal yang dihasilkan berasal dari budidaya internal tanpa campuran bahan kimia.

“Alhamdulillah, produk kami sudah memiliki izin PIRT dan sertifikasi halal. Dukungan pemerintah sangat terasa, dan kini pemasaran kami bahkan sudah masuk e-commerce seperti Shopee, Lazada, dan TikTok,” ungkapnya.

Pada sesi dialog interaktif, peserta turut menyampaikan aspirasi dan tantangan seputar pengembangan usaha. Ibu Astri, pelaku UMKM dari Cikalong, menyoroti kendala permodalan dan mempertanyakan akses pembiayaan dari Bank BJB bagi pelaku usaha pemula yang belum memiliki jaminan usaha.

Hal tersebut dijawab oleh Heli Herliana, Ketua Koperasi Bumi Asri Cikalong, yang menekankan bahwa keberlangsungan koperasi bertumpu pada kekuatan anggota, riset pasar, serta manajemen risiko yang baik.

“Koperasi kami sudah berjalan 11 tahun. Kami bertahan karena memiliki anggota yang banyak, kebutuhan yang sama, dan sistem tempo yang saling menopang antara anggota dan supplier,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kerugian dalam usaha adalah hal wajar, namun dapat diminimalisir dengan pengelolaan keuangan yang disiplin.

Dari sisi regulasi, Anisa, anggota koperasi dari Padalarang, menanyakan pentingnya payung hukum yang jelas bagi inovasi koperasi, agar tetap profesional dan transparan dalam mengikuti perkembangan zaman.

Dukungan perbankan juga ditegaskan oleh Eka Yudistira, Kepala Bank BJB Cabang Padalarang. Ia menilai produk UMKM Bandung Barat sudah mampu bersaing secara nasional.

“Kami berharap Koperasi Expo dapat menjadi agenda rutin yang berkesinambungan agar berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sejalan dengan hal itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM KBB, Sri Dustirawati, menjelaskan bahwa Koperasi Expo 2025 digelar dengan pendekatan sinergi pentahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan sektor swasta.

“Ini sesuai dengan program prioritas Presiden dalam memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Harapannya, dampaknya bukan hanya sesaat, tetapi berkelanjutan,” tegasnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Aam Bakhtiar menyampaikan pesan reflektif mengenai pentingnya membangun kemandirian ekonomi melalui potensi lokal.

Koperasi Expo 2025 pun tidak sekadar menjadi ajang pameran, melainkan simbol kolaborasi dan komitmen bersama dalam memperkuat ekonomi masyarakat agar semakin mandiri dan berdaya saing.

 

Jurnalis.   : An/Red

Editor.      : InfoNesia.me