Bandung Barat | InfoNesia.me // Upaya penguatan tata kelola pemerintahan daerah melalui agenda Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) Tahun Anggaran 2026 dimanfaatkan sebagai ruang strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan langkah konkret pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Hal itu disampaikan anggota RM Hasbi Pratama Arya Agung, legislator dari DPRD Kabupaten Bandung Barat Komisi II, dalam kegiatan yang digelar di kawasan Jalan Raya Caringin, Jumat (20/2/2025).
Dalam forum pengawasan tersebut, ia menegaskan bahwa penguatan sektor ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus utama karena dinilai mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang kerja baru, terutama bagi generasi muda dan pelaku UMKM perempuan.

Menurutnya, sektor ini memiliki spektrum luas, mulai dari pelatihan keterampilan menjahit, pengembangan usaha kuliner, hingga pelatihan barista dan keterampilan jasa modern yang relevan dengan tren pasar.
Hasbi menjelaskan, aspirasi masyarakat yang paling dominan disampaikan dalam forum itu adalah kebutuhan dukungan permodalan usaha.
Banyak pelaku usaha kecil berharap adanya akses bantuan modal agar usaha mereka dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa mekanisme bantuan tersebut harus terlebih dahulu disesuaikan dengan regulasi dan kebijakan pemerintah yang berlaku agar penyalurannya tepat sasaran serta tidak menyalahi aturan.
“Ekonomi kreatif bukan sekadar program pelatihan, tetapi investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat. Jika dikelola serius, sektor ini bisa menjadi penopang ekonomi daerah dan meningkatkan daya saing lokal,” ujarnya.

Ia juga menilai kegiatan pengawasan P3D bukan hanya agenda administratif, melainkan instrumen demokrasi yang memungkinkan wakil rakyat mendengar langsung kebutuhan riil masyarakat.
Melalui forum seperti ini, pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang lebih responsif, inklusif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Lebih jauh, Hasbi menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai masukan yang diterima dengan melakukan koordinasi lintas instansi dan mempelajari peluang program dukungan usaha yang dapat diakses masyarakat.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dapat menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat di Kabupaten Bandung Barat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh sejauh mana kebijakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kesinambungan antara aspirasi publik, pengawasan legislatif, dan implementasi program pemerintah agar tujuan pembangunan daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan