Kab Bandung – Infonesia.me// Malam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Lamajang Pentas, Desa Citeurep, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, ” Berlangsung khidmat dan sarat ber makna. Bertempat di Masjid Miftahul Jannah Kp.Lamajang Pentas Rw 16 Desa Citeurep. menggelar bersama Jamaah beserta tokoh masyarakat dan warga setempat ,memperingati peristiwa agung tersebut dengan mengangkat tradisi lokal , sebagai penanda kuatnya adat istiadat Prima yang tetap hidup di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.

Isra Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang menjadi tonggak sejarah penting dalam perjalanan kenabian Rasulullah Muhammad SAW. Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan malam (Isra) dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan naik ke langit (Mi’raj) hingga mencapai Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT.

Peringatan Isra Mi’raj yang jatuh pada 16 Januari 2026 ini tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa keagamaan semata, tetapi juga sebagai momentum memperkuat nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya masyarakat Lamajang Pentas. Tradisi ini yang merupakan bagian dari adat istiadat, dihadirkan sebagai simbol doa, harapan, dan rasa syukur agar masyarakat senantiasa berada dalam petunjuk dan lindungan Allah SWT.

“Adat istiadat dan ajaran Islam berjalan seiring. Melalui Adat istiadat, kami mengingatkan generasi muda bahwa adat istiadat leluhur masih tertanam kuat dan menjadi bagian dari identitas serta penguat iman,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Tri Rahmanto.

Kronologi dan Perjalanan Isra Mi’raj
Dalam rangkaian peristiwa Isra Mi’raj, Rasulullah SAW ditemani Malaikat Jibril melakukan perjalanan menggunakan Buraq dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW memimpin salat para nabi sebelum melanjutkan perjalanan Mi’raj.

Pada perjalanan Mi’raj, Rasulullah SAW dinaikkan ke langit dan bertemu para nabi di setiap lapisan langit, yakni:
Langit pertama bertemu Nabi Adam AS
Langit kedua bertemu Nabi Isa AS dan Nabi Yahya AS
Langit ketiga bertemu Nabi Yusuf AS
Langit keempat bertemu Nabi Idris AS
Langit kelima bertemu Nabi Harun AS
Langit keenam bertemu Nabi Musa AS
Langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim AS

Puncak perjalanan Mi’raj adalah saat Rasulullah SAW mencapai Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang tidak dapat dijangkau makhluk mana pun selain atas izin Allah SWT. Di sanalah Rasulullah SAW menerima wahyu perintah shalat lima waktu, setelah melalui dialog dan masukan Nabi Musa AS, sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW.

Makna Shalat dan Penguatan Iman
Shalat lima waktu menjadi inti dari peristiwa Isra Mi’raj dan merupakan kewajiban utama umat Islam. Shalat bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga penguat iman, sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta simbol kebesaran dan keagungan-Nya. Peristiwa ini sekaligus menegaskan kenabian Rasulullah Muhammad SAW sebagai utusan Allah terakhir.

Melalui peringatan Isra Mi’raj yang dipadukan dengan tradisi ini, masyarakat berharap nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal tetap terjaga, menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.

Peringatan ini menjadi bukti bahwa adat dan agama bukan untuk dipertentangkan, melainkan dapat berjalan berdampingan, saling menguatkan dalam membentuk masyarakat yang beriman, beradab, dan berbudaya.

 

 

Yans.