BANDUNG BARAT | InfoNesia.me // Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terus mematangkan kesiapan kontingen yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat Tahun 2026. Berbagai langkah strategis dilakukan untuk memastikan seluruh atlet, pelatih, manajer, serta unsur pendukung mampu menjalankan tugas secara optimal demi mengharumkan nama daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, yang bertindak sebagai Ketua Kontingen atau Chief de Mission (CDM), saat menyampaikan laporan kesiapan kontingen dalam acara pelepasan di Lapangan Plaza Mekarsari, Rabu (21/10/2026).
Dalam laporannya, Ade Zakir mengungkapkan bahwa kontingen Kabupaten Bandung Barat melibatkan kekuatan besar, yakni 732 atlet, 172 pelatih, 60 manajer, 80 sumber daya manusia (SDM) keolahragaan, serta 101 personel panitia.

Jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya persiapan yang harus dikelola secara serius. Menurutnya, keberhasilan kontingen tidak hanya ditentukan oleh kemampuan atlet di arena pertandingan, tetapi juga bergantung pada kesiapan teknis, dukungan fasilitas, serta koordinasi seluruh pihak yang terlibat.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), pengurus cabang olahraga, pelatih, dan jajaran pendukung terus memperkuat komunikasi serta koordinasi menjelang pelaksanaan Porprov XV Jawa Barat 2026.
Ade Zakir menegaskan, sejumlah kebutuhan penting harus dipastikan terpenuhi, mulai dari kesiapan atlet dan pelatih, administrasi keikutsertaan, transportasi, akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga kebutuhan teknis setiap cabang olahraga.
Ia mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul tidak dibiarkan berlarut-larut, melainkan segera dikomunikasikan dan diselesaikan sesuai tugas serta kewenangan masing-masing.

“Setiap kendala perlu segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti sesuai tugas serta kewenangan masing-masing,” demikian penegasan Ade Zakir dalam laporannya.
Libatkan Pejabat Perangkat Daerah sebagai Manajer Cabor
Salah satu langkah yang dilakukan untuk memperkuat pengelolaan kontingen adalah melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sebagai manajer cabang olahraga (cabor).
Ade Zakir menjelaskan, para manajer memiliki peran penting dalam mengawal kesiapan atlet dan pelatih, memantau jadwal pertandingan, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang berpotensi menghambat jalannya kompetisi.
Ia menyebutkan bahwa penugasan manajer melibatkan sejumlah pejabat perangkat daerah, mulai dari kepala dinas, kepala badan, sekretaris dinas, kepala bagian, hingga para camat.
“Untuk teman-teman manajer, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Jadi, kita sudah menentukan 60 cabor itu seluruhnya hampir dari kepala perangkat daerah, mulai dari kadis, kaban, sekdis, kabag, juga teman-teman camat,” ungkap Ade Zakir.
Pelibatan para pejabat tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara atlet, pelatih, ofisial, dan pemerintah daerah. Dengan koordinasi yang berjalan efektif, setiap perkembangan kesiapan kontingen maupun kendala di lapangan diharapkan dapat segera diketahui dan ditangani.

Selain itu, manajer cabang olahraga diminta menjalankan tugas secara aktif, tidak sebatas mendampingi kontingen, tetapi juga memastikan kebutuhan atlet dan pelatih mendapat perhatian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tekankan Akuntabilitas dan Profesionalisme
Di sisi lain, Ade Zakir juga menyoroti pentingnya tata kelola kontingen yang tertib dan bertanggung jawab. Seluruh dukungan program maupun penggunaan anggaran harus dilaksanakan berdasarkan perencanaan yang jelas, mengikuti ketentuan yang berlaku, serta dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan substantif.
Pemantauan dan evaluasi secara berkala juga menjadi bagian penting dalam proses persiapan. Langkah tersebut diperlukan agar setiap perkembangan dapat terukur dan permasalahan yang muncul bisa segera ditindaklanjuti.
Menurutnya, pencapaian prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan, kedisiplinan, kerja keras atlet dan pelatih, serta dukungan nyata dari seluruh unsur yang terlibat.
Karena itu, kesiapan kontingen harus dibangun melalui kerja sama yang solid, pembagian tugas yang jelas, dan komitmen bersama untuk memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Bandung Barat.
Melalui persiapan dan koordinasi yang terus diperkuat, kontingen Bandung Barat diharapkan mampu menghadapi Porprov XV Jawa Barat 2026 dengan kesiapan maksimal, menjunjung tinggi sportivitas, serta menunjukkan kemampuan terbaik dalam setiap pertandingan.
Keikutsertaan tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar medali, tetapi juga momentum untuk membuktikan hasil pembinaan olahraga daerah sekaligus membawa nama Kabupaten Bandung Barat semakin diperhitungkan di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Jurnalis. : An/Red
Editor : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan