KAB.BANDUNG –InfoNesia.me// Bupati Bandung Dr H.M Dadang Supriatna atau lebih akrab disapa KDS mendorong percepatan penyelesaian gerai Koperasi Desa Merah Putih di Desa Nagrak, Kecamatan Pacet. Dari 270 desa dan 10 kelurahan di Kabupaten Bandung, saat ini baru sekitar 50 desa yang telah menyelesaikan gerai.
Hal tersebut disampaikan KDS saat berada di Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Jumat (25/9/2026). Ia menilai keberadaan gerai menjadi bagian penting dalam mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program pemerintah pusat.
“Koperasi Desa Merah Putih adalah salah satu program Pak Presiden, program Asta Cita dalam rangka mengembalikan kembali semangat gotong royong. Di Desa Nagrak ini koperasinya sudah berdikari, tinggal gerainya yang belum,” ujar KDS.
KDS meminta pemerintah desa segera melakukan koordinasi untuk mempercepat penyelesaian gerai tersebut. Ia juga menyampaikan agar potensi dukungan dari berbagai pihak dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan di Desa Nagrak.
Selain koperasi, KDS menyampaikan perkembangan pembangunan manusia di Kabupaten Bandung. Berdasarkan data BPS, IPM Kabupaten Bandung tahun 2025 mencapai 75,58, meningkat 0,99 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh dimensi pembentuk IPM tercatat mengalami peningkatan.
Menurut KDS, peningkatan IPM tersebut didukung oleh berbagai indikator, di antaranya kesehatan, pendidikan dan daya beli masyarakat. Pada dimensi kesehatan, umur harapan hidup saat lahir di Kabupaten Bandung pada 2025 mencapai 75,70 tahun.
“Kalau kita bicara peningkatan IPM, ada tiga indikator yang menjadi perhatian, yaitu kesehatan, daya beli dan pendidikan. Ini harus terus kita tingkatkan melalui program-program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” katanya.
KDS mencontohkan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) sebagai salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendukung lingkungan hidup yang sehat. Ia menyebut selama periode pertama kepemimpinannya, sebanyak 32.000 unit Rutilahu telah diselesaikan, sementara masih terdapat sekitar 45.471 unit yang perlu ditangani.
“Pola hidup sehat juga dipengaruhi lingkungan, salah satunya sarana rumah. Maka sekarang ada program Rutilahu. Ini salah satu terobosan pemerintah daerah untuk mendukung pola hidup sehat masyarakat,” ujarnya.
Di Desa Nagrak sendiri, KDS menyebut masih terdapat sekitar 510 rumah tidak layak huni. Ia mendorong agar kebutuhan tersebut terus diupayakan melalui berbagai sumber dukungan, termasuk program aspirasi.
Selain perbaikan rumah, KDS menyampaikan sejumlah program pembangunan di bidang kesehatan, termasuk pembangunan enam rumah sakit selama masa kepemimpinannya serta penguatan layanan kesehatan di tingkat puskesmas. Ia juga meminta layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas, termasuk melalui pelayanan yang bersifat keliling.
KDS turut menekankan pentingnya kesehatan masyarakat secara menyeluruh, yang menurutnya tidak hanya mencakup kesehatan fisik, tetapi juga mental, spiritual, sosial dan finansial. Karena itu, pemerintah daerah menjalankan sejumlah program seperti insentif bagi guru ngaji, Beasiswa Ti Bupati (BESTI), pemberdayaan pemuda serta program ketahanan pangan.
Ia berharap berbagai program tersebut dapat terus bersinergi dengan program pemerintah pusat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Bandung.
“Intinya, pemerintah harus hadir melalui kebijakan dan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Mudah-mudahan program-program ini terus berlanjut dan manfaatnya bisa dirasakan warga masyarakat,” pungkas KDS.
Yans.

Tinggalkan Balasan