Kab.Bandung – InfoNesia.me// Strategi pentahelix normalisasi Sungai Tengah Sub Das Wirama dan Selokan Ciparanje Cikeusik di Desa Sangiang Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung menunjukkan hasil yang sangat positif setelah melewati proses pengerjaan yang cukup optimal.
Gerakan pentahelix normalisasi Sungai Tengah dan Selokan Ciparanje Cikeusik ini melibatkan unsur jajaran Forkopimcam Rancaekek, pemerintah Desa Sangiang, serta Panitia Pentahelix Kecamatan Rancaekek.
Camat Rancaekek Gugum Gumilar, Kepala Desa Sangiang Ateng Latif Lukman, dan Ketua Pentahelix H. Ujang Jumara turun langsung ke lapangan untuk mempercepat pengerjaan normalisasi sungai maupun selokan sejak awal pengerjaan hingga tuntas.
Camat Gugum menyebutkan pengerjaan normalisasi Sungai Tengah dan Selokan Ciparanje Cikeusik ini melibatkan sejumlah warga setempat melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.
“Pengerjaannya pun dilakukan secara manual menggunakan cangkul, karena tidak bisa dilewati alat berat back hoe. Sehingga proses pengerjaannya dilakukan warga secara manual. Hasilnya pun cukup optimal, sehingga disaat turun hujan bisa memperlancar aliran air yang sebelumnya terjadi genangan akibat pendangkalan aliran sungai maupun selokan tersebut,” tutur Camat Gugum di Rancaekek, Sabtu (19/9/2026) malam.
Menurutnya, dengan adanya kegiatan pentahelix ini, para petani juga sangat terbantu karena bisa memperlancar aliran air. Baik disaat musim hujan maupun kemarau.
Camat Gugum menginformasikan bahwa progres pentahelix normalisasi Sungai Tengah Sub Das Wirama itu sepanjang 1.200 meter, lebar dalam 3,5 meter dan tanggul 1 meter. Sedangkan Selokan Cikeusik panjang 500 meter, lebar dalam 1,5 meter dan tanggul 70 cm.
“Alhamdulillah pengerjaannya, baik normalisasi Sungai Tengah Sub Das Wirama maupun Selokan Ciparanje Cikeusik sudah tuntas,” ujarnya.
Ia berharap kepada masyarakat maupun para petani yang ada di kawasan tersebut untuk menjaga dan memeliharanya.
“Supaya aliran air tetap lancar, baik disaat musim hujan maupun kemarau untuk mendukung ketahanan pangan di kawasan tersebut,” harapnya.**
Yans.

Tinggalkan Balasan