Kab.Bandung | INFONESIA.ME // Kecamatan Cibeunying Kaler meluncurkan inovasi Simpel Cibkal (Sistem Pelayanan Cibeunying Kaler Berbasis Media Digital). Langkah ini sebagai upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat.
Peluncuran Simpel Cibkal dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain di Aula Kantor Kecamatan Cibeunying Kaler, Selasa, 20 Oktober 2026.
Menurut Iskandar, Simpel Cibkal menjadi inovasi yang menarik karena tidak hanya mengatur pelayanan internal kecamatan, tetapi juga mulai mengintegrasikan layanan dengan perangkat daerah lainnya, khususnya layanan administrasi kependudukan.
“Ini salah satu inovasi yang menurut saya hebat. Biasanya sistem itu hanya mengatur di kantornya saja, tetapi yang ini sudah bisa berkolaborasi dengan dinas lain,” ujar Iskandar.

Ia menilai, penggunaan WhatsApp sebagai kanal utama pelayanan merupakan langkah tepat karena menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat. Berdasarkan paparan Kecamatan Cibeunying Kaler, sekitar 95 persen pengguna internet di Kota Bandung menggunakan WhatsApp.
Iskandar mengatakan, pemanfaatan kanal yang sudah familiar bagi masyarakat akan membuat layanan pemerintahan lebih mudah diakses tanpa mengharuskan warga datang langsung ke kantor kelurahan maupun kecamatan.
“Kalau kaitan urusan di kantor, baik kelurahan atau kecamatan, bisa dengan handphone. Jadi itu bisa mengurus PBB, perubahan, bisa bayar PBB, bisa melihat berapa PBB kita, kalau ada kesalahan bisa diurus perubahannya,” katanya.
Ia berharap Simpel Cibkal ke depan dapat dikembangkan dan diintegrasikan dengan berbagai layanan lainnya. Salah satunya layanan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) melalui Teman PBB, termasuk layanan perubahan data dan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menggunakan QRIS.
Selain itu, integrasi juga dapat diperluas dengan layanan Online Single Submission (OSS) serta berbagai layanan pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), termasuk layanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan layanan lainnya.
“Dengan cikal bakal Simpel Cibkal ini akan membuka satu layanan yang memang digitalisasi. Itu yang memang kita harapkan,” ucapnya.
Iskandar menegaskan, digitalisasi pelayanan bukan hanya bertujuan mempercepat proses administrasi, tetapi juga mengurangi potensi terjadinya praktik yang tidak semestinya dalam pelayanan. Dengan layanan yang dapat diakses secara digital, interaksi tatap muka dalam proses administrasi dapat diminimalkan.
“Pelayanan publik merupakan salah satu wajah utama pemerintah kita di hadapan masyarakat. Masyarakat menilai kinerja pemerintah bukan hanya dari kebijakan atau program yang diputuskan, tetapi juga dari pengalaman ketika masyarakat mengurus administrasi,” ujarnya.
Camat Cibeunying Kaler, Lindu mengatakan, penyederhanaan kanal pelayanan menjadi penting karena Pemerintah Kota Bandung memiliki berbagai aplikasi pelayanan yang dikembangkan perangkat daerah.
Melalui Simpel Cikal, masyarakat tidak perlu memahami banyak aplikasi berbeda untuk mendapatkan layanan kewilayahan. Warga cukup menggunakan WhatsApp sebagai kanal awal untuk mengajukan berbagai kebutuhan administrasi.
Layanan yang disiapkan antara lain pengajuan surat keterangan domisili kependudukan, domisili badan hukum, yayasan, organisasi kemasyarakatan, hingga layanan tertentu yang menjadi kewenangan kelurahan maupun kecamatan.
Menurut Lindu, pengembangan Simpel Cibkal juga diarahkan untuk mendukung penerapan tanda tangan elektronik tersertifikasi. Dokumen pelayanan yang diterima masyarakat dalam bentuk file nantinya dapat diverifikasi melalui QR Code yang terdapat pada dokumen tersebut.
Ia berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara kecamatan, kelurahan, dan perangkat daerah terkait sehingga pelayanan publik di wilayah Kecamatan Cibeunying Kaler semakin mudah, cepat, dan akuntabel.
“Yang pasti dari Diskominfo juga sudah ada aplikasi Kota Bandung yang dapat diakses OPD sampai kelurahan. Di sana ada tanda tangan elektronik yang sudah tersertifikasi,” ujar Lindu.
Simpel Cibkal: Cepat, Mudah, Transparan
Sementara itu, Plt. Sekcam Cibeunying Kaler, Teguh menjelaskan, Simpel Cibkal merupakan Sistem Pelayanan Cibeunying Kaler Berbasis Media Digital yang lahir dari kolaborasi jajaran Kecamatan Cibeunying Kaler.
Inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan dapat diakses tanpa harus selalu datang langsung ke kantor pemerintahan.
Ia menyebut, rata-rata terdapat sekitar 31 warga yang datang ke kantor kecamatan setiap hari dan sekitar 20 warga yang datang ke kantor kelurahan. Sebagian warga bahkan harus datang berulang kali hanya untuk menanyakan persyaratan maupun prosedur pelayanan.
Kondisi tersebut mendorong Kecamatan Cibeunying Kaler menghadirkan kanal pelayanan berbasis WhatsApp agar masyarakat dapat mengakses layanan dari mana saja.
“Simpel Cibkal ini menjembatani warga dan birokrasi tanpa jarak. Dengan WhatsApp, masyarakat menjadi lebih dekat untuk mendapatkan akses pelayanan,” ujar Teguh.
Untuk tahap awal, Simpel Cibkal telah terintegrasi dengan layanan administrasi kependudukan melalui aplikasi Salaman, khususnya untuk layanan akta kelahiran dan akta kematian.
Pengembangan selanjutnya diarahkan pada integrasi berbagai layanan lainnya, seperti konsultasi PBB dan pendampingan UMKM. Kecamatan Cibeunying Kaler juga telah berkoordinasi dengan sejumlah perangkat daerah untuk memperluas cakupan layanan tersebut.
Jurnalis. : Drii
Editor. : Infonesia.me

Tinggalkan Balasan