KAB.BANDUNG – InfoNesia.me// Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bandung terus berkomitmen memperkuat identitas dan pelestarian seni budaya daerah melalui berbagai program strategis. Salah satu langkah konkret yang dihadirkan adalah pelaksanaan tiga program inovasi utama dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Kebudayaan daerah.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung, Agus Ismail, menyampaikan bahwa tiga inovasi unggulan yang dicanangkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan mencakup program Sapta Pesona Bedas, Sadaya Bedas, dan Museum Digital Bedas. Ketiga inovasi ini dirancang sebagai wadah integratif untuk pelestarian, pengembangan, serta pemanfaatan seni budaya lokal.
”Ini merupakan bentuk nyata dari pelestarian, pengembangan, serta pemanfaatan kebudayaan dalam rangka memajukan kebudayaan di Kabupaten Bandung,” ungkap Sekertaris Dinas Budaya, Agus Ismail kepada awak media usai membuka pagelaran seni budaya Daerah Baraya Bedas yang berlangsung di Lapangan Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot,Kabupaten Bandung.pada Sabtu 25/07/2026.
Mewakili Kadis Budaya, Agus Ismail menjelaskan bahwa pementasan dan kegiatan kebudayaan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu seperti Desa Citeureup, melainkan akan didorong agar diterapkan di seluruh desa dan kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung.
“Saya berharap setiap daerah di Kabupaten Bandung dapat menampilkan serta memperkenalkan potensi seni tradisi khas masing-masing kepada masyarakat luas,” katanya.
Menanggapi tantangan keterbatasan anggaran, Disbud Kabupaten Bandung mengusung pola kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), seperti perguruan tinggi, komunitas seni, hingga unsur media.
Selain itu menurutnya, Disbud Pemerintah daerah telah memfasilitasi para seniman melalui Gedung Budaya Soreang sebagai ruang tampil gratis bagi para pelaku seni di seluruh Kabupaten Bandung agar pertunjukan seni dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut disampaikan Sekdis Agus Ismail, Potensi Lebih dari 10.000 Pelaku Seni di Kabupaten Bandung menyimpan potensi ekonomi kreatif dan kebudayaan yang melimpah. Berdasarkan data Dinas Kebudayaan, kata Agus, pelaku Seni yang Terdata lebih dari 10.000 pelaku seni aktif. Adapun Sanggar Seninya terdapat lebih dari 500 sanggar seni terdaftar.
“Melalui penguatan program-program kebudayaan ini, Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung optimistis bahwa generasi muda akan semakin mengenal, mencintai, dan terus melestarikan warisan seni tradisi lokal di masa depan,’ ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekdes Oom Rokhmana menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting untuk merajut kebersamaan warga sekaligus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Gebyar Budaya Baraya Bedas bukan sekadar ajang pertunjukan semata, melainkan bukti nyata kecintaan kita terhadap identitas dan budaya asli daerah. Mari kita jaga dan lestarikan bersama, karena budaya adalah jati diri kita sebagai masyarakat Desa Citerep dan wilayah Bedas secara luas,” ujar Oom.
Rangkaian acara yang disiapkan menghadirkan berbagai kekayaan seni khas Priangan, mulai dari pertunjukan tarian tradisional, seni suara Sunda,angklung, pagelaran pencak silat, hingga lomba seni budaya yang melibatkan partisipasi warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Warga setempat menyambut antusias perhelatan ini. Mereka berharap Gebyar Budaya Baraya Bedas dapat menjadi agenda rutin tahunan, sehingga semangat persaudaraan antarwarga terus terjalin erat dan nilai-nilai budaya lokal semakin dicintai generasi muda.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh kepala disbubpar yang di wakili sekdis, kepala bidang, sekcam dayeuhkolot, bhabinkamyibmas, babinsa, Mui, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta unsur perangkat desa lainnya, yang turut memberikan dukungan penuh demi kesuksesan acara pelestarian budaya ini.
Yans.

Tinggalkan Balasan