Bandung Barat | InfoNesia.me // Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bandung Barat menunjukkan komitmennya dalam merespons bencana longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, dengan memfasilitasi penyaluran bantuan dari serikat buruh dan sejumlah perusahaan kepada warga terdampak.
Kepala Disnaker Kabupaten Bandung Barat, Yoppie Indrawan Iskandar, SE, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi. Atas nama keluarga besar Disnaker, baik secara kedinasan maupun pribadi, ia turut berduka cita dan mendoakan para korban.

“Hari ini teman-teman PUK di bawah Serikat RTMM menitipkan donasi kepada kami. Bantuan ini nantinya akan kami gabungkan dengan titipan dari perusahaan serta serikat pekerja lainnya, untuk kemudian disalurkan secara terkoordinasi ke posko bantuan Desa Pasirlangu,” ujar Yoppie.
Bantuan yang diterima Disnaker KBB terdiri dari uang tunai serta barang kebutuhan kesehatan seperti obat-obatan dan vitamin.
Dari pihak perusahaan, salah satunya PT Solas Langgeng, tercatat bantuan mencapai kisaran Rp350 juta, ditambah donasi tunai dari keluarga besar pekerja yang dihimpun melalui Serikat RTMM. Para pekerja secara sukarela menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Menurut Yoppie, partisipasi buruh dari berbagai perusahaan, seperti Indofood dan sejumlah industri lainnya, menjadi bukti nyata kuatnya solidaritas pekerja di Bandung Barat.
“Saya sangat mengapresiasi langkah teman-teman serikat. Ini adalah contoh baik hubungan industrial yang sehat, di mana pemerintah daerah, serikat pekerja, dan perusahaan bisa bersinergi untuk kepentingan kemanusiaan,” katanya.

Ia menegaskan, mekanisme penitipan bantuan melalui Disnaker dilakukan untuk menjaga ketertiban di lokasi bencana agar tidak menghambat proses evakuasi. Meski demikian, pihaknya tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin menyalurkan bantuan secara langsung ke lapangan.
Disnaker KBB saat ini masih berkoordinasi dengan posko bencana Desa Pasirlangu guna menentukan jadwal distribusi bantuan, mengingat arus logistik terus berdatangan dari berbagai pihak.
Khusus untuk obat-obatan dan vitamin, Disnaker akan menunggu rekomendasi dari Dinas Kesehatan sebelum diserahkan kepada masyarakat demi memastikan keamanan penggunaannya.

Selain itu, Disnaker KBB juga menggalang donasi internal dari seluruh pegawai sebagai bentuk empati institusi terhadap korban bencana.
“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada terhadap potensi bencana di wilayah Kabupaten Bandung Barat,” pungkas Yoppie.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan