Kab.Bandung – InfoNesia.me// Upaya penanggulangan banjir dan pengerukan sedimentasi Aliran Sungai Irigasi Cibanjaran akhirnya memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun diharapkan oleh warga setempat, kegiatan normalisasi sungai dengan mengerahkan alat berat jenis ekskavator (beko) kini resmi dilaksanakan atas kolaborasi lintas sektor Tim Pentahelix Kecamatan Banjaran dan Dinas PUTR Kabupaten Bandung.
Langkah ini menjadi sejarah tersendiri bagi warga setempat. Pasalnya, pembersihan sungai selama ini hanya mengandalkan gotong royong warga dan pihak desa secara manual. Metode tersebut dinilai kurang maksimal lantaran material endapan lumpur dan tanah pendangkalan sangat tebal serta sulit diangkut tanpa bantuan armada khusus.
Baru pertama kali ini, sejak saya lahir di Banjaran ada alat berat masuk ke aliran Sungai irigasi Cibanjaran untuk pengerukan sedimentasi. Selama ini pembersihan manual tidak maksimal karena hasil endapan tanahnya sulit diangkut,” ujar H. Dadang Hemayana anggota DPRD,saat mengawal langsung Program Pentahelix Banjaran. pada Sabtu 25/07/2026.
H.Dadang Hemayana yang juga putra Daerah Banjaran yang pernah menjadi orang no satu di Banjaran kota sebagai Kepala Desa, dirinya juga menjelaskan kolaborasi lintas sektor pelaksanaan pengerukan ini didasarkan atas arahan Bupati Bandung bapak H Dadang Supriatna yang ditindaklanjuti melalui sinergi tim Pentahelix di bawah komando Camat Banjaran.
Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur pemerintahan daerah, mulai dari tingkat kecamatan, pemerintah desa, hingga peran aktif elemen masyarakat.
Selain mengeruk alur sungai, material tanah hasil sedimentasi tersebut juga diangkut menggunakan armada truk untuk dimanfaatkan kembali. Tanah dikirim untuk kebutuhan pengurugan di lahan-lahan yang membutuhkan, seperti di wilayah Setempat dan sekitarnya,” ujarnya.
Cakupan progres saat Ini pengerukan telah mencapai sekitar 500 meter, membentang dari wilayah Girangdeukeut hingga Sasak Dua dan Pintu Loji, dimana target tahap pertama tuntas hingga Jembatan Cibanjaran di kawasan Sasak Dua. Normalisasi menyeluruh dari hulu ke hilir diperkirakan mencapai panjang sekitar 8 kilometer dan akan dilaksanakan secara bertahap.
Dengan digencarkannya
pengerukan ini, H.Dadang pun berharap alur aliran sungai cibanjaran kembali optimal dalam menampung debit air, terlagi pada saat ini menjelang musim kemarau air yang ada bisa terus dimanfaatkan oleh para petani dan menunjang aktivitas masyarakat lainya,” tegasnya.
Air yang ada di sungai Cibajaran ini juga merupakan bagian penting untuk mengairi irigasi, kebetulan irigasi di wilayah Cibanjaran ini untuk mengairi pertanian dan tentunya menjadi modal utama untuk mengairi persawahan yang ada di wilayah desa Banjaran dan sekitarnya, sehingga air ini tidak terbuang begitu saja dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Dengan adanya petahelix, normalisasi aliran sungai Cibanjaran ini dapat dirasakan oleh para petani, bukan hanya menjaga banjir ,tetapi menjadi harapan petani bahwa air irigasi ini bisa membagi pengairan untuk pesawahan dengan normal,”
Diakhir kesempatanya, H.Dadang Hemayana menyampaikan bahwa pihak Kecamatan dan tim Pentahelix, diharapkan program normalisasi ini dapat terus berlkeanjutan secara berkala. Bersamaan dengan pengerukan ini, masyarakat juga di himbau untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke aliran sungai, demi menjaga fungsi aliran Sungai Cibanjaran jangka panjang,” pungkasnya.
Yans.

Tinggalkan Balasan