Bandung Barat | InfoNesia.me // Perayaan Harlah ke-28 PKB tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi diwujudkan melalui berbagai aksi nyata yang menyentuh langsung aspek pelestarian lingkungan. Rangkaian kegiatan meliputi penanaman pohon, pelepasan burung ke habitatnya, penebaran benih ikan, serta Gerakan Sapu Bersih atau aksi bersih lingkungan di kawasan Gunung Burangrang.
Ketua DPC PKB Kabupaten Bandung Barat, Sandi Supyandi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai perjuangan PKB yang mengedepankan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Menurutnya, konsep ekonomi yang berpihak kepada rakyat sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 harus menjadi ruh pembangunan nasional.

“Saya memahami bahwa ekonomi yang berpihak kepada masyarakat merupakan ruh sebuah negara. Amanat Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945 harus benar-benar dijalankan. Negara harus hadir untuk memberdayakan masyarakat karena tanpa masyarakat yang sejahtera, negara tidak akan kuat,” ujar Sandi.
Ekonomi Kerakyatan Harus Menjadi Prioritas
Sandi menilai kondisi ekonomi masyarakat, khususnya para petani dan buruh tani, masih menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, pemerintah harus semakin serius menjalankan kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.
Menurutnya, petani merupakan kelompok yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan. Namun hingga saat ini, masih banyak petani yang belum memperoleh kesejahteraan yang layak.
“Kita masih merasa miris melihat kehidupan petani dan buruh tani. Mereka adalah orang-orang yang hidup berdampingan dengan alam, tetapi kesejahteraannya masih harus terus diperjuangkan. Negara harus hadir sesuai amanat konstitusi,” katanya.
Penanaman Pohon Simbol Kepedulian terhadap Alam
Dalam kegiatan tersebut, penanaman pohon menjadi simbol kecintaan terhadap lingkungan sekaligus investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat.
Sandi menjelaskan bahwa pohon bukan hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi generasi mendatang.

“Kita menanam pohon sebagai bentuk kecintaan kepada alam. Dari alam pula masyarakat memperoleh kehidupan dan penghasilan. Menjaga alam berarti menjaga masa depan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Pada kegiatan simbolis di Gunung Burangrang, DPC PKB Bandung Barat membawa lebih dari 150 bibit pohon untuk ditanam bersama para kader dan masyarakat.
Tidak hanya itu, sekitar 1.000 bibit pohon juga telah didistribusikan ke seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) PKB di setiap kecamatan untuk ditanam secara serentak di berbagai wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Lepas Burung dan Tebar Benih Ikan Jaga Ekosistem
Selain penghijauan, DPC PKB Bandung Barat juga melepas 28 ekor burung sebagai simbol usia ke-28 PKB. Kemudian dilakukan pula penebaran 28 kantong benih ikan di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
Menurut Sandi, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan simbol bahwa pembangunan tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat.
Melalui momentum Harlah ke-28 ini, PKB Bandung Barat berharap semangat menjaga alam dapat menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga kelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan