KAB BANDUNG – InfoNesia.me// Panitia Pentahelix Dayeuhkolot meluncurkan terobosan percepatan penanganan banjir dengan menggandeng Karang Taruna serta pemuda se-Kecamatan Dayeuhkolot untuk melakukan normalisasi selokan dan drainase secara menyeluruh.
Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto mengatakan dalam upaya penanganan dan pencegahan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, diperlukan adanya sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan kalangan pemuda, terutama lembaga Karang Taruna yang memiliki struktur hingga tingkat RT dan RW.
“Alhamdulillah Pentahelix Dayeuhkolot sudah ngobrol dan berkirim surat resmi kepada Ketua Karang Taruna Kabupaten Bandung dengan harapan ke depan, pentahelix dan Karang Taruna bisa berkolaborasi dalam upaya penanganan dan pencegahan banjir di Dayeuhkolot,” ujar Tri Rahmanto.
Melalui surat tersebut, lanjut Tri, Panitia Pentahelix Dayeuhkolot meminta dukungan sekaligus mengajak para pemuda khususnya yang tergabung di lembaga Karang Taruna untuk bersama-sama turun tangan sekaligus menjadi bagian dari solusi dalam penanganan dan pencegahan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot.
Bentuk kolaborasi ini akan diwujudkan melalui kegiatan pengerukan dan pembersihan saluran drainase dan selokan yang tersebar di seluruh wilayah Kecamatan Dayeuhkolot. Langkah ini dijadwalkan berjalan berkelanjutan di setiap desa.
Kolaborasi Pentahelix dan Karang Taruna, lanjut Tri, diharapkan menjadi langkah terobosan sebagai upaya percepatan penanganan dan pencegahan banjir di wilayah Dayeuhkolot.
Oleh karana itu, ia mengajak seluruh elemen pemuda, khususnya Karang Taruna di setiap desa hingga RT di Kecamatan Dayeuhkolot, untuk turun langsung bahu membahu menjadi bagian dari solusi.
“Mumpung masih musim kemarau, salah satu yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah selokan-selokan, drainase dan saluran pembuangan di lingkungan masyarakat. Mayoritas kondisinya mampet atau penuh sedimentasi,” ungkapnya.
Tri menyampaikan bahwa persoalan banjir bukan sekadar soal curah hujan yang tinggi, melainkan juga rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air.
“Jujur saja, kesadaran masyarakat di Dayeuhkolot untuk ikut menangani masalah banjir ini masih sangat kurang. Bahkan, masih ada oknum yang sengaja membuang sampah langsung ke sungai maupun ke selokan. Inilah yang menyumbat aliran air, sehingga tiap turun hujan, meluapnya air menjadi hal yang tak terhindarkan,” ungkap Tri Rahmanto.
“Kami rencananya akan mengadakan kerja bakti akbar se-Kecamatan Dayeuhkolot. Semoga nanti Karang Taruna dan kelompok pemuda lain bisa ikut serta. Kami mengajak semuanya untuk bergabung,” tambah Tri Rahmanto.
Melalui kolaborasi ini, Pentahelix Dayeuhkolot menargetkan saluran-saluran air yang tersumbat dapat kembali mengalir lancar, sehingga risiko luapan air saat hujan turun dapat ditekan secara signifikan.
“Ini juga menjadi bagian dari solusi bagi Pentahelix untuk tetap melakukan aksi pencegahan banjir di tengah keterbatasan anggaran,” tegas Tri sambil tersenyum.
Ia berharap kehadiran para pemuda di lapangan tidak hanya membersihkan saluran air, tetapi juga mampu mengubah pola pikir masyarakat. Kehadiran pemuda diharapkan menjadi pelopor edukasi bagi masyarakat agar tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan ke aliran sungai atau drainase.(**)
Yans.

Tinggalkan Balasan