BANDUNG BARAT | INFONESIA.ME // Kopi Tangkuban Perahu asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi dilepas untuk menembus pasar internasional. Sebanyak 4 ton kopi produksi petani dari Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, dikirim ke Arab Saudi dalam rangkaian kegiatan bertema “Petani Tandang Mangkalang KBB Amanah, Ngajagat.”
Kegiatan pelepasan ekspor tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu, 25 Agustus 2026. Momentum ini menjadi langkah penting bagi pengembangan komoditas kopi sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM KBB untuk masuk ke pasar global.

Wakil Bupati Bandung Barat, H. Asep Ismail, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya ekspor kopi tersebut.
Menurutnya, ekspor sebanyak 4 ton kopi dari petani Cibodas menuju Arab Saudi menjadi kabar menggembirakan bagi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus dikembangkan sehingga volume ekspor semakin meningkat dan mampu menjangkau negara-negara lainnya.
“Ini merupakan ekspor ke Arab Saudi dan menjadi langkah awal untuk pasar Timur Tengah. Mudah-mudahan ke depan produksinya terus meningkat, bahkan tahun depan bisa masuk ke Jepang,” ujar Asep.

Ia juga mengapresiasi dukungan Bea Cukai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia serta berbagai pihak yang telah membantu pengembangan UMKM di Kabupaten Bandung Barat.
Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Muslimin Anwar, menegaskan bahwa ekspor merupakan salah satu tahapan tertinggi dalam proses pengembangan UMKM agar mampu naik kelas.
Menurutnya, keberhasilan UMKM menembus pasar luar negeri tidak hanya berdampak terhadap pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara.
Bank Indonesia, lanjutnya, terus melakukan pembinaan melalui program yang terstruktur, termasuk capacity building selama beberapa bulan. Program tersebut memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mulai dari proses produksi hingga persiapan ekspor.

Selain itu, terdapat pula program export coaching bagi UMKM yang membutuhkan pendampingan, termasuk dalam kegiatan pameran maupun proses persiapan menuju pasar internasional.
“Keberhasilan ekspor kopi ini bukan pekerjaan satu pihak, tetapi merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Bea Cukai, Pemerintah Provinsi dan pihak terkait lainnya yang bersama-sama mendorong UMKM naik kelas,” ungkapnya.
Dukungan serupa diberikan Kantor Bea Cukai Bandung. Kepala Kantor Bea Cukai Bandung, Sutikno, mengatakan pihaknya berkomitmen memberikan edukasi, asistensi hingga pendampingan secara langsung kepada pelaku UMKM yang ingin melakukan ekspor.

Pendampingan tersebut mencakup proses administrasi dan dokumen ekspor hingga membantu pelaku usaha menemukan solusi logistik dan forwarding, sehingga proses pengiriman barang ke luar negeri dapat berjalan lebih cepat dan sesuai ketentuan.
“Kami dari Bea Cukai Bandung selalu mendukung teman-teman UMKM agar bisa melakukan ekspor. Edukasi dan asistensi kami lakukan secara langsung, mulai dari pengurusan dokumen sampai membantu proses logistik dan pengiriman,” jelas Sutikno.
Pengusaha kopi asal Lembang, Dikdik, menyampaikan rasa syukurnya karena proses ekspor perdana tersebut dapat terlaksana dengan lancar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama, bukan hanya dari pihak pengusaha.
Menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Bank Indonesia, Bea Cukai, DKPP, Dinas UMKM serta berbagai instansi terkait menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi kopi di wilayah Lembang.
Ia optimistis komoditas kopi Bandung Barat memiliki peluang besar untuk terus berkembang di pasar internasional. Jika pengiriman perdana ke Arab Saudi mendapat respons positif, volume ekspor pada tahun berikutnya ditargetkan meningkat hingga dua bahkan tiga kali lipat.
“Insyaallah tahun depan volumenya bisa meningkat dua sampai tiga kali lipat. Kami juga sedang memproyeksikan pasar Jepang dan Australia. Sampel sudah kami kirim dan saat ini tinggal menyelesaikan tahap akhirnya,” kata Dikdik.
Ia berharap kopi-kopi asal Kabupaten Bandung Barat nantinya tidak hanya dikenal di pasar Timur Tengah, tetapi juga mampu menembus sejumlah negara lain.
Bahkan, pihaknya menargetkan dapat membuka akses ekspor ke tiga negara sekaligus pada tahun depan, dengan memanfaatkan jaringan pasar yang telah dibangun sebelumnya.
Ekspor 4 ton kopi Tangkuban Perahu ke Arab Saudi ini pun menjadi bukti bahwa potensi komoditas lokal Bandung Barat memiliki peluang untuk bersaing di pasar global apabila didukung kolaborasi antara petani, pelaku usaha, pemerintah, lembaga pembinaan, dan sektor logistik.

Tinggalkan Balasan