BANDUNG | INFONESIA.ME // Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di The Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Senin (24/8/2026) malam. Musda tersebut menjadi forum penting untuk menentukan kepemimpinan DPD Partai Demokrat Jawa Barat untuk periode lima tahun mendatang.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menjelaskan, Musda VI dilaksanakan melalui mekanisme Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) karena adanya percepatan jadwal. Kepengurusan DPD Partai Demokrat Jawa Barat saat ini baru berjalan sekitar empat tahun empat bulan, sementara berdasarkan AD/ART partai, masa kepengurusan berlangsung selama lima tahun.
“Musyawarah Daerah ke-6 Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat melalui Musdalub karena ada percepatan, baru 4 tahun 4 bulan, semestinya di dalam AD/ART 5 tahun,” ujar Herman Khaeron.

Percepatan pelaksanaan Musda dilakukan setelah sebelumnya terdapat kendala dalam proses konsolidasi organisasi. Menurut Herman, keputusan tersebut diambil agar konsolidasi dan pergerakan organisasi Partai Demokrat di Jawa Barat tidak semakin tertunda.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Demokrat, Dr. Raindra M. Oto Muharam, A.A.S.Kom., M.M., memaparkan bahwa pelaksanaan Musda VI menjadi bagian penting dalam memperkuat soliditas dan kesinambungan organisasi Partai Demokrat di Jawa Barat.
Menurut M.oto forum Musda tidak hanya berkaitan dengan penetapan kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh jajaran Partai Demokrat dalam menghadapi agenda politik dan pembangunan ke depan.
Dalam pelaksanaannya, tim verifikasi Musda VI mencatat hanya satu bakal calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat yang dinyatakan memenuhi persyaratan. Kandidat tersebut juga memperoleh dukungan dari seluruh pemilik suara dalam Musda.
“Karena hanya satu calon yang memenuhi persyaratan dan dukungannya juga penuh dari seluruh pemilik suara, maka Musda ini berpeluang berlangsung cepat dan berakhir secara aklamasi,” kata Herman Khaeron.
Musda VI selanjutnya menjadi forum untuk menetapkan kepemimpinan DPD Partai Demokrat Jawa Barat sekaligus menyusun arah organisasi untuk periode berikutnya. Proses tersebut melibatkan unsur DPP, DPD, serta DPC Partai Demokrat se-Jawa Barat sebagai bagian dari mekanisme organisasi.
Dengan adanya Musda VI, Partai Demokrat Jawa Barat diharapkan semakin solid, mampu memperkuat konsolidasi internal, serta meningkatkan kontribusinya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Jawa Barat.
Jurnalis. : Andri
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan