Bandung Barat | InfoNesia.me // Memasuki musim kemarau 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang semakin tinggi akibat cuaca panas dan kering.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat, Siti Aminah Anshoriah, saat ditemui di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran KBB, Kompleks Pemkab Bandung Barat, menegaskan bahwa pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat.
“Di musim kemarau ini sebenarnya bukan hanya Damkar yang harus waspada, tetapi masyarakat juga harus lebih berhati-hati. Kelalaian sekecil apa pun bisa memicu kebakaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, banyak kebakaran dipicu oleh kebiasaan yang dianggap sepele, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar tumpukan daun kering tanpa pengawasan, hingga lupa mematikan kompor saat meninggalkan rumah.
“Daun-daun kering yang dibakar kemudian ditinggalkan saat masih ada bara api sangat berbahaya. Ketika angin bertiup, api bisa dengan cepat merambat ke lahan maupun permukiman warga,” katanya.
Menurut Siti Aminah, intensitas kebakaran di Kabupaten Bandung Barat selama musim kemarau mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Bahkan, dalam satu hari dapat terjadi lebih dari satu peristiwa kebakaran.
“Hampir setiap hari ada kejadian. Pada bulan Juli 2026 saja hingga 22 Juli telah tercatat 43 kasus kebakaran. Bahkan kemarin saja terjadi lima kejadian kebakaran dalam sehari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kebakaran tidak hanya menyebabkan kerusakan bangunan, tetapi juga menghanguskan berbagai dokumen penting milik masyarakat seperti ijazah, rapor, akta kelahiran, sertifikat, hingga dokumen administrasi lainnya yang sangat sulit diurus kembali.
“Kerugian bukan hanya rumah yang terbakar, tetapi dokumen penting juga ikut hilang. Membuat duplikat memang bisa dilakukan, tetapi prosesnya panjang dan tidak mudah,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diminta lebih disiplin dalam menggunakan api, baik di lingkungan rumah maupun saat membersihkan lahan.
Selain kewaspadaan masyarakat, Dinas Pemadam Kebakaran juga mendorong setiap lingkungan, khususnya tingkat RW, untuk memiliki kantong-kantong atau tampungan air yang dapat dimanfaatkan saat terjadi keadaan darurat.
“Ketersediaan air sangat penting saat musim kemarau. Jangan sampai api belum benar-benar padam lalu ditinggalkan karena bisa menyala kembali. Tampungan air ini bukan hanya membantu Damkar, tetapi juga bisa digunakan masyarakat sebagai langkah awal penanganan sebelum petugas datang,” tuturnya.
Di sisi lain, Siti Aminah mengakui pelayanan pemadaman kebakaran masih menghadapi tantangan keterbatasan personel. Saat ini Dinas Damkar KBB telah memiliki tujuh pos pelayanan, meningkat dibanding tahun 2023 yang hanya memiliki tiga pos.
Namun, penambahan pos tersebut belum diimbangi dengan penambahan jumlah petugas.
“Pos bertambah menjadi tujuh, tetapi personelnya justru berkurang karena setiap tahun ada yang pensiun. Tahun lalu dua orang pensiun, tahun ini tiga orang pensiun dan masih ada yang akan memasuki masa pensiun lagi,” katanya.
Kondisi tersebut membuat beban kerja petugas semakin berat. Padahal, beberapa wilayah padat penduduk seperti Kecamatan Batujajar dinilai membutuhkan keberadaan pos Damkar tersendiri karena akses dari Pos Padalarang sering terkendala kemacetan.
“Kami sebenarnya ingin ada penambahan personel sehingga bisa membuka pelayanan yang lebih optimal, terutama di Batujajar yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi. Kami juga telah menyampaikan kebutuhan penambahan personel kepada BKPSDM,” ujarnya.
Ke depan, sesuai rencana pembangunan daerah (RPJMD), Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menargetkan setiap kecamatan memiliki sektor atau pos pemadam kebakaran. Namun, target tersebut masih terkendala keterbatasan sumber daya manusia.
Dinas Pemadam Kebakaran berharap kesadaran masyarakat menjadi benteng utama dalam mencegah kebakaran selama musim kemarau.
“Jangan hanya mengandalkan Damkar. Pencegahan dimulai dari diri sendiri. Mari bersama-sama lebih peduli dan berhati-hati agar tidak terjadi kebakaran yang merugikan banyak pihak,” pungkas Siti Aminah.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me

Tinggalkan Balasan