KAB BANDUNG | INFONESIA.ME // Bupati Bandung Dadang Supriatna memimpin rapat pembahasan pengelolaan sampah bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung pada Senin (18/5/2026). Rapat tersebut digelar sebagai upaya mencari solusi atas krisis timbulan sampah yang terus meningkat di wilayah Kabupaten Bandung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Ruli Hadiana memaparkan, saat ini timbulan sampah di Kabupaten Bandung mencapai 1.821 ton per hari. Namun kapasitas penanganan yang tersedia baru mampu menangani sekitar 34,9 persen dari total volume sampah tersebut.

Menurutnya, kondisi semakin berat akibat lonjakan pembuangan harian hingga sekitar 400 ton yang berasal dari sampah liar maupun dampak bencana. Situasi itu menyebabkan kuota resmi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) cepat penuh dan memicu penumpukan sampah di sejumlah titik.
Rapat tersebut turut dihadiri Abdul Wahid Fauzy serta Robby Dewantara Sukardi.
Menyikapi kondisi tersebut, Kang DS menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar persoalan retribusi, melainkan menyangkut tata kelola dari sumbernya. Ia pun menginstruksikan pembenahan personel di lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam waktu satu minggu.
“Upayakan sampah yang dibuang ke TPA hanyalah sampah residu yang benar-benar tidak bisa didaur ulang lagi,” tegas Kang DS.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bandung juga akan menerbitkan Surat Edaran wajib pilah sampah di seluruh kantor dinas. Kebijakan tersebut akan dikolaborasikan dengan program budidaya maggot bersama PKK sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah organik.
Bupati Bandung berharap seluruh jajaran dapat fokus dalam menangani persoalan sampah agar solusi yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan mampu mengurangi beban lingkungan di Kabupaten Bandung.
Jurnalis. : Andri
Editor. : Infonesia.me

Tinggalkan Balasan