KAB BANDUNG – Infonesia.me// Panitia Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jawa Barat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung melaksanakan kegiatan monitoring ke wilayah rawan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (14/1/2026).
Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot Tri Rahmanto mengatakan kegiatan monitoring ini dilakukan secara intensif bersama BBWS Citarum sebagai upaya komprehensif mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda wilayah Kecamatan Dayeuhkolot.
“Kegiatan monitoring ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memastikan bahwa setiap langkah atau rencana aksi yang diambil benar-benar efektif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Tri Rahmanto, Rabu (14/1/2026).
Menurut Tri Rahmanto, fokus utama dari monitoring lapangan bersama SDA Provinsi Jawa Barat, PUTR dan BBWS adalah penelusuran teknis di tiga wilayah prioritas yang memiliki risiko banjir tinggi.
Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kampung Bojongasih Desa Dayeuhkolot dengan fokus pada pengerukan saluran lingkungan dan connecting drain.
Kampung Sukabirus Desa Citeureup dengan fokus pada perbaikan jembatan dan elevasi saluran, serta Kampung Cisirung Kelurahan Pasawahan dengan pemantauan saluran drainase yang mengarah ke Citarum.
“Kami menggabungkan kekuatan dari berbagai elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, masyarakat, hingga media, untuk mencari solusi terbaik dalam mengatasi masalah banjir di Dayeuhkolot,” ungkapnya.
Dalam agenda kegiatan bulan Januari 2026 ini, beberapa langkah konkret telah dan sedang dilaksanakan, antara lain:
Sinkronisasi Data Lapangan (12 Januari 2026) : Pentahelix Dayeuhkolot bersama BBWS Citarum telah memvalidasi temuan surveyor, termasuk titik elevasi dan kondisi sedimentasi terkini, guna memastikan anggaran yang dialokasikan tepat sasaran.
Kerja Bakti Massal : Ribuan warga bersama unsur pemerintah telah melaksanakan pembersihan drainase secara serentak di 4 desa dan 1 kelurahan untuk mengurangi dampak genangan.
Normalisasi Drainase : Dinas PUTR mulai mengalokasikan anggaran untuk normalisasi di Jalan Terusan Mohammad Toha dan Folder Babakan Sangkuriang.
Pemerintah telah menyiapkan total anggaran sekitar Rp9,5 miliar (gabungan APBD dan bantuan sektor swasta) untuk 8 langkah strategis, yang meliputi:
– Pembangunan dan penambahan kapasitas rumah pompa.
– Normalisasi Sungai Cipalasari.
– Pengerukan sedimen di saluran-saluran sekunder kawasan industri.
– Perbaikan Jembatan Sukabirus dan Jembatan Pasigaran yang dijadwalkan mulai pengerjaan fisik tahun ini.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Bandung juga tengah menyiapkan skema relokasi dan pemberian uang santunan/kontrak bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan terdampak paling parah, agar mereka dapat pindah ke lokasi yang lebih aman.(**)
Yans.

Tinggalkan Balasan