BANDUNG BARAT | INFONESIA.ME //  Suasana haru, penuh doa dan linangan air mata menyelimuti pelepasan Jemaah Haji Kloter 29 Kabupaten Bandung Barat Tahun 1447 Hijriah/2026 yang digelar di Masjid As Siddiq, Rabu (13/5/2026).

Pemberangkatan tahun ini mengusung tagline “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan”, sebagai bentuk komitmen pelayanan kemanusiaan bagi seluruh calon tamu Allah, khususnya jamaah lanjut usia yang mendominasi keberangkatan tahun ini.

Bupati Jeje Ritchie Ismail menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya proses pemberangkatan haji yang berjalan lancar dan penuh kekhidmatan.

Meski jumlah jamaah tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, ia memastikan seluruh pelayanan tetap dimaksimalkan demi kenyamanan para jamaah.

“Hari ini kita memberangkatkan jamaah haji Kloter 29 untuk melancarkan proses ibadah haji tahun ini. Walaupun jumlahnya agak berkurang dari tahun kemarin, Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Saya doakan seluruh jamaah diberikan kesehatan, keselamatan, kemudahan ibadah, hingga kembali lagi ke Bandung Barat dalam keadaan sehat tanpa berkurang satu orang pun,” ujar Jeje dengan penuh haru.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan pelepasan jamaah haji, mulai dari panitia, petugas kesehatan, aparat keamanan hingga relawan pendamping jamaah lansia.

Menurutnya, perhatian khusus memang diberikan kepada jamaah lanjut usia karena sebagian besar calon haji tahun ini merupakan para sepuh yang membutuhkan pendampingan ekstra selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

“Petugas khusus sudah digerakkan untuk terus menjaga dan mendampingi para jamaah, terutama lansia, agar ibadahnya berjalan lancar dan nyaman,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jeje juga menitipkan doa kepada seluruh jamaah agar mendoakan Kabupaten Bandung Barat menjadi daerah yang penuh keberkahan, dijauhkan dari berbagai musibah dan diberikan kemajuan di masa mendatang.

“Saya titip doa untuk Bandung Barat agar selalu diberikan keberkahan dan dijauhkan dari segala musibah,” ungkapnya.

Tahun ini, pelepasan jamaah dipusatkan di Masjid As Siddiq, berbeda dengan tahun sebelumnya yang dilaksanakan di Pusdikav. Menurut Jeje, lokasi tersebut dipilih karena jumlah jamaah Kloter 29 hanya sekitar 90 orang sehingga lebih efektif dan khidmat dilaksanakan di masjid.

 

Meski kuota tahun ini mengalami pengurangan akibat kebijakan dan penyesuaian tertentu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap pada musim haji mendatang akan ada penambahan kuota sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa menunaikan rukun Islam kelima.

Keberangkatan Kloter 29 ini pun menjadi momentum spiritual yang penuh makna. Tangisan keluarga, lantunan doa dan harapan besar mengiringi langkah para jamaah menuju Tanah Suci demi meraih predikat haji mabrur.

 

Jurnalis.    : An/Red

Editor.      : InfoNesia.me