KAB. BANDUNG -InfoNesia.me//  Komandan Koramil (Danramil) 2407 Dayeuhkolot yang baru, Kapt Inf Mulyono menyatakan dukungan penuh terhadap program penanganan banjir yang dikomandoi oleh Panitia Pentahelix Dayeuhkolot.

Mulyono menegaskan pihaknya siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Panitia Pentahelix Dayeuhkolot dalam upaya penanganan dan pencegahan banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot.

Ia menyatakan siap menurunkan anggotanya untuk mendukung upaya Pentahelix dalam pencegahan dan penanganan banjir termasuk dalam upaya normalisasi saluran air Anak Sungai Cipalasari, Desa Dayeuhkolot, pada Jumat (9/10/2026).

“Kami dari Koramil 2407 Dayeuhkolot sangat mendukung dan siap berkolaborasi bersama seluruh unsur Pentahelix. Upaya penanganan dan pencegahan banjir ini bukan tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab kita semua. Semua harus terlibat,” ujar Kapt Inf Mulyono usai kegiatan normalisasi Anak Sungai Cipalasari.

Danramil menyatakan pihaknya akan terus mendorong penguatan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat Dayeuhkolot dalam pencegahan dan penanganan banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan, kepolisian, pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat, dan pihak lainnya untuk mendukung program Pentahelix dalam penanganan banjir di Dayeuhkolot ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto, menyambut baik dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan tersebut.

Menurutnya, dukungan dari TNI akan semakin memperkuat langkah Pentahelix dalam upaya pencegahan dan penanganan banjir sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman banjir.

“Kehadiran dan dukungan dari Koramil 2407 Dayeuhkolot tentu semakin memperkuat langkah kita. Semoga kolaborasi ini terus berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Dayeuhkolot,” ujar Tri Rahmanto.

Tri pun mengajak semua elemen masyarakat di Kecamatan Dayeuhkolot untuk bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman dari banjir.

Sebagai informasi, sejak dibentuk 10 bulan lalu, Panitia Pentahelix Dayehkolot telah melakukan berbagai upaya pencegahan banjir diantaranya yakni telah berhasil melakukan normalisasi sungai dan saluran air sepanjang 9,5 kilometer.

Tak hanya melakukan normalisasi sungai dan saluran, Pentahelix Dayeuhkolot juga telah merampungkan sejumlah bangunan penunjang untuk memperkuat pertahanan kawasan dari banjir.

“Alhamdulillah kami juga memasang 13 unit pintu air, 20 unit pipa duckbill di lima titik rawan banjir, membangun TPT (tembok penahan tebing) sepanjang 630 meter di 7 lokasi, dan geobag sepanjang 66 meter untuk menahan longsoran,” tutur Tri.

Selain itu, Pentahelix Dayeuhkolot juga telah memasang 6 unit jaring penahan sampah di 4 lokasi kritis untuk mengurangi penumpukan sampah di sungai, membangun U-Ditch dan box culvert sepanjang 72 meter dan perbaikan serta pengecoran jalan sepanjang 490 meter di 8 titik untuk menjaga akses warga tetap lancar.

Tri Rahmanto mengaku sangat bersyukur karena keberhasilan ini membuktikan pendekatan kolaboratif Pentahelix mampu mempercepat solusi penanganan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot secara terpadu dan berkelanjutan.

“Kami berharap ke depannya, semua elemen masyarakat bisa makin kompak. Sebab, upaya penanganan banjir ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan pentahelix, tapi tanggung jawab semua pihak termasuk masyarakat,” ungkap Tri sambil tersenyum.

Ia optimistis, kolaborasi, sinergi dan kekompakan semua pihak akan menjadi fondasi sekaligus kunci dalam keberhasilan percepatan penanganan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot. (**)

 

Yans.