KAB BANDUNG -InfoNesia.me// Harapan warga Kecamatan Dayeuhkolot akan sungai yang bersih kembali pupus.

Tak lama setelah kegiatan pembersihan sungai yang digelar menjelang Hari Jadi Kota Bandung, tumpukan sampah kiriman dari arah Kota Bandung kembali membanjiri aliran Sungai Citepus, tepatnya di kawasan Kampung Cibiuk, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Pantauan di lapangan pada Sabtu (26/9/2026) siang menampakkan pemandangan memprihatinkan. Sampah plastik, kemasan bekas, dan limbah rumah tangga menumpuk tebal hingga membendung aliran air di sekitar Perumahan Cibiuk Indah Blok IV.

Di bawah limpasan air (weir), tumpukan sampah bahkan sudah setinggi beton, mengancam penyumbatan total saat hujan turun dan debit air meningkat.

Kondisi makin mengkhawatirkan dengan hadirnya busa putih tebal yang mengapung di sepanjang permukaan air. Hal ini mengindikasikan tingginya pencemaran limbah cair, baik dari rumah tangga maupun industri yang ikut terbawa arus dari hulu.

Warga Dayeuhkolot tak segan menyampaikan kekecewaannya terhadap Pemkot Bandung. Sejumlah warga menilai kegiatan pembersihan sungai di Kota Bandung yang digelar beberapa waktu lalu dinilai hanya seremoni yang ujungnya “menghadiahkan” sampah kiriman untuk warga Kecamatan Dayeuhkolot.

“Saya melihat kegiatan bersih-bersih Sungai Citepus di Kota Bandung hanya seremonial. Setelah diamati dari video, ternyata petugas tidak menaikkan sampah ke darat. Mayoritas tetap saja dilarungkan ke sungai. Pada akhirnya sampah kiriman ini akan mengalir dan sampai ke Dayeuhkolot,” ujar Saepudin (50), warga Kelurahan Pasawahan, Sabtu (26/9/2026).

Dugaan warga pun, kata dia, terbukti benar. Pada Sabtu (26/9/2026) siang, sampah kiriman dari Kota Bandung semakin menumpuk dan terus bertambah. Tumpukan sampah ini, kata dia, merupakan sampah kiriman dari Sungai Citepus.

“Terus terang kami sangat kecewa dan menyayangkan aksi Pemkot Bandung yang seolah mengirim sampah mereka ke Dayeuhkolot melalui Sungai Citepus. Wali Kotanya jangan diam saja, harus tanggung jawab,” jelas dia.

Warga lainnya, Deni (40) juga menyatakan hal senada. Ia menyindir aksi bersih-bersih Pemkot Bandung dalam rangka HUT Kota Bandung hanya sekedar pencitraan. Padahal sampah tidak ditangani, malah dialirkan ke Sungai Citepus.

Deni menegaskan, sampah yang kini menumpuk di kawasan Sungai Citepus, Kampung Cibiuk, Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot bukan berasal dari lingkungan mereka sendiri, melainkan terbawa arus dari arah Kota Bandung yang terus mengalir tanpa henti ke wilayah Kabupaten Bandung.

Tanpa penanganan serius dan menyeluruh di hulu terutama di kawasan padat Kota Bandung, pembersihan di hilir tak akan pernah tuntas.

Deni meminta pihak terkpih, terutama Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dinas PSDA Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bandung, untuk melakukan pengerukan dan pembersihan menyeluruh secara berkala.

“Namun harapan kami yang oaling utama adalah Pemkot Bandung dapat bersikap tegas untuk menangani persolan sampah yang dibuang ke sungai kemudian dikirim ke Dayeuhkolot. Jangan cuma seremonial lah,” tegas dia geram.

Jika dibiarkan, menurutnya, warga Dayeuhkolot sangat khawatir saat musim hujan tiba, tumpukan sampah kiriman ini akan menjadi penyebab utama banjir yang biasanya meluap dari sungai dan merendam pemukiman.

“Tolong Pemkot Bandung dan Dinas LH Provinsi bergerak menangani persoalan sampah yang sering dibuang ke sungai ini, agar fenomena sampah kiriman ini tidak terus berulang,” tegas Deni.

Sementara itu, Ketua Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot Tri Rahmanto, mengakui fenomena sampah kiriman dari wilayah Kota Bandung ke Dayeuhkolot ini cukup melelahkan.

Sebab, kata dia, jajaran Pentahelix bersama para relawan seringkali langsung membersihkan tumpukan sampah yang menumpuk di aliran Sungai Citepus di kawasan Kelurahan Pasawahan.

“Namun seringkali juga, setelah dibersihkan besoknya sampah kembali menumpuk. Kami menduga kuat, mayoritas sampah yang memumpuk ini adalah sampah kiriman,” ungkap Tri saat ditemui di Sungai Citepus Dayeuhkolot.

Oleh karena itu, Pentahelix Dayeuhkolot sempat mengusulkan pembuatan jaring sampah untuk meminimalisir kiriman sampah dari wilayah Kota Bandung.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Dinas LH Kota Bandung maupun pihak Pemkot Bandung terkait fenomena sampah kiriman dari wilayah Kota Bandung ke Dayeuhkolot ini. (**)

 

Yans.