KAB BANDUNG – InfoNesia.me// Menyambut perayaan Harlah NU ke-100 tahun, Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Arjasari resmi diresmikan oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum DPP PKB, H Cucun Ahmad Syamsurijal, pada Minggu (25/01/2026).

Peresmian Kantor MWC NU Kecamatan Arjasari yang terletak di Jalan Rancakole Desa Rancakole Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung ini dihadiri oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna, Ketua PCNU Kabupaten Bandung KH Agus Qustholani dan ratusan warga NU Arjasari.

Wakil Ketua DPR RI H Cucun Ahmad Syamsurijal mengaku sangat bahagia dan bangga dengan peresmian Kantor MWC NU Kecamatan Arjasari tersebut. Ia menyampaikan harapannya agar gedung baru ini menjadi pusat pergerakan NU yang membawa keberkahan dan kebermanfaatan bagi masyarakat di Kecamatan Arjasari.

“Semoga gedung baru MWC NU Arjasari ini membawa keberkahan dan menjadi sentral pergerakan NU dalam menjaga persatuan serta membangun kemandirian umat di Arjasari. Mabruk untuk seluruh warga Nahdhiyin,” ujar Kang Haji Cucun, saat peresmian.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan rasa bangga dan bahagia dengan diresmikannya Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Arjasari yang bersamaan dengan menyambut Harlah NU ke-100 tahun.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Bandung mengucapkan selamat dan sukses kepada jajaran MWC NU Kecamatan Arjasari yang sudah menyelesaikan pembangunan Kantor MWC NU Kecamatan Arjasari,” kata Bupati Dadang Supriatna dalam sambutannya.

member

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna juga turut mengucapkan terima kasih kepada Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal yang akrab disapa Kang Haji Cucun yang sudah mensupport, sehingga terlaksana pembangunan Kantor MWC NU Kecamatan Arjasari.

“Terima kasih Pak Wakil Ketua DPR RI Kang Haji Cucun yang telah mewujudkan pembangunan MWC NU Arjasari ini. Saya berharap tempat memberi kemaslahatan untuk umat dan bermanfaat untuk kemajuan jemaah Nahdlatul Ulama di Kecamatan Arjasari,” ujar Kang DS seraya disambut tepuk tangan ratusan hadirin yang hadir.

Bupati Bandung berharap tempat itu dijadikan tempat untuk pengembangan ukhuwah Islamiah dan pusat dakwah selain tempat silaturahmi di antara sesama masyarakat dan warga NU Kecamatan Arjasari.

Dalam kesempatan yang sama, Kang DS mengungkapkan sejumlah program pendidikan strategis yang tengah digulirkan di Kabupaten Bandung. Antara lain, instruksi “maghrib mengaji” yang melarang anak di bawah 17 tahun memegang handphone setelah pukul 19.00 WIB agar fokus pada belajar dan mengaji.

Tak hanya itu, program inovasi SAPA BEDAS (Salam Sapa Pagi Anak Bedas Cerdas) yang sudah berjalan sejak awal semester genap juga mendapatkan perhatian khusus.
Para guru dan kepala sekolah diwajibkan hadir di sekolah pukul 6.30 WIB untuk menyambut siswa dengan salam, sapaan, dan senyum.

“Ini untuk mencegah bullying dan mempererat hubungan antara guru dan murid, sekaligus membentuk karakter anak bangsa,” jelasnya.

Bupati bahkan berencana memberikan apresiasi berupa tiket umrah bagi kepala sekolah TK, SD, dan SMP yang menjalankan program ini dengan baik. Program pendidikan di Kabupaten Bandung juga mencakup tiga muatan lokal: Bahasa Sunda, Pendidikan Pancasila dan UUD 1945, serta Pendidikan Membaca dan Menghafal Al-Qur’an, yang diselaraskan dengan program nasional Presiden Prabowo yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Saat ini sudah ada 280 dari 375 dapur MBG yang beroperasi, menyasar 1,253 juta jiwa dengan anggaran tidak kurang dari Rp 5,4 triliun per tahun,” ungkap orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu.

Dalam momentum Harlah NU ke-100 tahun, Bupati berharap NU terus berkontribusi untuk kemajuan bangsa. “NU telah melahirkan PKB, semoga keduanya tetap bersatu untuk Indonesia yang kita cintai,” harap Kang DS. (**)

 

Yans