Bandung Barat | InfoNesia.me // Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Golkar, Dadang M. Naser, turun langsung meninjau lokasi bencana longsor di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Minggu (25/1/2026), bertepatan dengan hari kedua operasi pencarian korban.

Dalam kunjungan tersebut, Dadang terlihat ikut terlibat membantu proses evakuasi jenazah korban longsor yang berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan. Ia bahkan turut mengangkat dan memasukkan jenazah ke dalam ambulans untuk dibawa ke posko penanganan korban.

 

Tak hanya meninjau lokasi, Dadang juga menyalurkan bantuan logistik berupa mi instan, beras, sembilan bahan pokok (sembako), serta telur ayam yang diangkut menggunakan mobil pikap.

Bantuan telur tersebut berasal dari peternak ayam petelur binaan Dadang Naser di Kecamatan Cipatat sebagai wujud kepedulian terhadap warga terdampak bencana.

member

“Hari ini kami melihat langsung kondisi longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang menimbun dua kampung, yakni Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda,” ujar Dadang di lokasi.

Berdasarkan laporan terbaru hingga pukul 16.00 WIB, sebanyak 14 jenazah kembali ditemukan, sehingga total korban meninggal dunia yang telah dievakuasi sejak operasi pencarian dimulai mencapai 25 kantong jenazah.

Dadang menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut dan menegaskan perlunya evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang.

“Ini menjadi bahan renungan kita semua. Longsor terjadi akibat material lumpur dari Gunung Burangrang yang terbawa air hingga masuk ke kawasan permukiman dan lahan pertanian,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jawa Barat yang sejak hari pertama turun langsung ke lokasi serta menetapkan kebijakan relokasi bagi warga terdampak, termasuk bantuan sewa rumah dan rencana pembangunan hunian baru.

“Kebijakan ini sangat baik dan patut kita dukung bersama,” tambahnya.

Soroti Mitigasi Bencana dan Alih Fungsi Lahan

Dadang M. Naser menekankan pentingnya mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan, serta pola tanam berkelanjutan guna mencegah kejadian serupa.

“Kita harus mencintai alam. Jika kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita. Bencana darat maupun laut merupakan peringatan akibat ulah manusia,” tegasnya.

Ia turut menyoroti persoalan alih fungsi lahan. Menurutnya, Komisi IV DPR RI telah membentuk Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Alih Fungsi Lahan yang kini dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto.

“Panja sedang menyusun agenda kerja untuk mengevaluasi alih fungsi lahan secara nasional. Regulasi harus diperkuat, dan kesadaran masyarakat tentang pola tanam serta pertanian ramah bencana perlu terus ditingkatkan,” ungkapnya.

Dadang menambahkan, kawasan Bandung Raya termasuk Bandung Barat merupakan wilayah rawan bencana, terlebih dengan keberadaan Sesar Lembang. Karena itu, pembangunan rumah dan aktivitas pertanian harus dilakukan secara lebih bijak.

“Permukiman di bawah tebing atau dekat aliran sungai harus menjadi perhatian serius. Jangan menunggu bencana terjadi baru dilakukan relokasi,” katanya.

Update Pencarian Korban Longsor

Pada hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan 14 jenazah, sehingga total korban meninggal dunia yang telah dievakuasi mencapai 25 kantong jenazah.

Seluruh korban yang ditemukan hingga pukul 16.00 WIB langsung dibawa ke posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi oleh tim forensik.

Berdasarkan data Tim SAR Gabungan, tujuh korban ditemukan di worksite A1, enam korban di worksite A2, dan satu korban di worksite B1. Ketiga titik tersebut merupakan area dengan dampak longsor paling parah.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan operasi pencarian melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, BPBD, hingga relawan.

“Pencarian difokuskan pada dua sektor utama, yakni sektor alpha dan sektor bravo,” ujarnya.

Metode pencarian dilakukan dengan kombinasi alat berat, pencarian manual, serta pemantauan udara menggunakan drone UAV. Dua unit alat berat dikerahkan untuk membuka timbunan tanah, bebatuan, dan material bangunan.

Namun, proses evakuasi terkendala cuaca yang berubah-ubah, hujan ringan, serta kondisi medan yang terjal dan labil.

“Demi keselamatan personel, operasi pencarian dihentikan sementara pada Minggu sore dan akan dilanjutkan kembali pada hari ketiga, Senin (26/1/2026),” jelas Ade.

Hingga saat ini, Tim SAR Gabungan masih mendata jumlah warga yang dilaporkan hilang, sementara keluarga korban terus menanti kepastian di posko pengungsian dan posko DVI.

 

Jurnalis.    : An/Red

Editor.       : InfoNesia.me