Bandung Barat | InfoNesia.me // Di tengah kesibukan menjalankan aksi sosial kemanusiaan bagi korban longsor di kawasan Pasir kuning Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, gelombang solidaritas buruh Kabupaten Bandung Barat justru kian menguat.

Koalisi 6 Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) KBB turun langsung menggelar aksi solidaritas di depan PT Namasindo Plas, menyusul dugaan terabaikannya hak normatif pekerja selama kurang lebih enam bulan.

Aksi tersebut diikuti perwakilan massa dari berbagai Pimpinan Unit Kerja (PUK) yang berbaur bersama pekerja PT Namasindo.

Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten Bandung Barat, Dadang Suhendar Ramon,

Mereka menyuarakan tuntutan atas hak upah, BPJS Ketenagakerjaan, serta BPJS Kesehatan yang hingga kini disebut belum terealisasi secara penuh.

Ketua PC FSP KEP SPSI Kabupaten Bandung Barat, Dadang Suhendar Ramon, menegaskan bahwa kehadiran Koalisi 6 SP/SB bukan sekadar bentuk empati, melainkan wujud tanggung jawab moral sesama pekerja.

“Kami saat ini memang sedang melaksanakan kegiatan sosial kemanusiaan untuk korban longsor Pasir kuning Pasirlangu.

member

Namun sebagai bentuk solidaritas, kami dari PC FSP KEP SPSI KBB yang tergabung dalam Koalisi 6 SP/SB merasa terpanggil untuk memberikan dukungan dan motivasi kepada kawan-kawan FSPMI yang tengah menghadapi persoalan serius, baik terkait hak upah, BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan,” ujar Dadang, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keberlangsungan hidup pekerja dan keluarganya. Ia menyayangkan adanya informasi bahwa sebagian buruh telah menunggu kejelasan hak hingga enam bulan.

“Sudah barang tentu kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan. Kami menurunkan perwakilan massa untuk ikut aksi di depan PT Namasindo sebagai bentuk dukungan nyata kepada kawan-kawan pekerja yang tergabung di FSPMI KBB,” tegasnya.

Dadang juga menegaskan, Koalisi 6 SP/SB KBB akan terus memantau perkembangan kasus tersebut. Bahkan, pihaknya membuka kemungkinan untuk mengoordinasikan persoalan ini ke tingkat pimpinan pusat apabila tidak segera ada solusi konkret.

“Kalau perlu kami akan berkoordinasi dengan pucuk pimpinan kami. Kasus Namasindo ini bisa saja terjadi pada anggota serikat lain. Karena itu kami akan terus monitor dan memberikan motivasi kepada kawan-kawan Namasindo. Kasihan mereka, informasi yang kami terima sudah sekitar enam bulan menunggu kepastian,” katanya.

Ia menambahkan, perjuangan buruh tidak boleh terfragmentasi oleh perbedaan organisasi. Di saat yang sama, aksi kemanusiaan dan advokasi hak pekerja harus berjalan beriringan.

“Tadi siang kami membawa beberapa perwakilan dari masing-masing PUK untuk ikut turun aksi, berbaur langsung dengan teman-teman pekerja PT Namasindo. Ini bukti bahwa solidaritas buruh di Bandung Barat masih terjaga,” pungkasnya.

Aksi ini menjadi penanda kuat bahwa Koalisi 6 SP/SB KBB tidak akan tinggal diam melihat hak-hak pekerja terabaikan.

Di tengah duka bencana alam, semangat kebersamaan dan keberpihakan terhadap kaum buruh terus menyala menegaskan bahwa perjuangan atas kesejahteraan pekerja adalah bagian dari perjuangan kemanusiaan.

 

Jurnalis.  : An/Red

Editor.     : InfoNesia.me