Kab.Bandung – InfoNesia.me// Sebanyak 8 ketua Rw dari Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, secara bersama-sama melakukan konsolidasi terkait upaya penanganan banjir kepada tim Pentahelix Penanganan Banjir Dayeuhkolot. Pertemuan yang berlangsung di Cafe Groey, Desa Sukapura pada hari kamis (6/2/2026). ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah lokal, masyarakat, dan berbagai pihak terkait dalam mengatasi masalah banjir yang telah lama menjadi momok bagi warga.
Ketua Pentahelix Tri Rahmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerjasama yang erat antara seluruh elemen masyarakat dengan Pentahelix merupakan kunci keberhasilan dalam menangani bencana banjir. “Kami menyadari bahwa masalah banjir tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Oleh karena itu, kehadiran 8 ketua Rw yang mewakili dari 14 ketua Rw dan yang mewakili warga di setiap lingkungan sangat penting untuk menyampaikan aspirasi dan kondisi lapangan secara langsung kepada tim Pentahelix,” ujarnya.
Ketua Rw 05 Desa Dayeuhkolot, Bapak Ending , yang juga menjadi perwakilan dari 14 kelompok ketua Rw, menyampaikan bahwa banjir yang terjadi di Desa Dayeuhkolot memiliki dampak yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat. “Setiap musim hujan tiba, sebagian besar wilayah di desa kami tergenang air. Hal ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga tetapi juga berdampak pada ekonomi dan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Ketua Tim Pentahelix Tri Rahmanto, menambahkan dan sangat menyambut baik usulan yang disampaikan oleh perwakilan 14 para ketua Rw. Ia menyatakan bahwa tim Pentahelix akan melakukan evaluasi terhadap setiap usulan yang diajukan dan akan berusaha untuk merealisasikannya secepat mungkin. “Kami sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh para ketua Rw dan masyarakat Desa Dayeuhkolot dalam menangani masalah banjir. Tim Pentahelix akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk mencari solusi yang terbaik dan paling efektif dalam mengatasi masalah banjir di kawasan ini,” ujar Tri Rahmanto.
Ketua Pentahelix Tri Rahmanto juga menjelaskan bahwa tim Pentahelix telah menyusun sejumlah program dan strategi untuk menangani masalah banjir di Dayeuhkolot. Beberapa program tersebut antara lain adalah normalisasi saluran drainase jalan Moh Toha – Dayeuhkolot, normalisasi polder Babakan Sangkuriang, pengerukan saluran lingkungan Bojongasih, pengerukan connecting drainase Bojongasih, pengerukan sungai Ci Palasari, pengadaan pompa , pengerukan aliran sungai Ci Palasari, dan normalisasi saluran desa Dayeuhkolot.
“Selain itu, kami juga sampaikan kepada para ketua Rw untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko banjir. Kami berharap bahwa dengan adanya kerjasama yang erat antara semua pihak, masalah banjir di Dayeuhkolot dapat segera teratasi dan masyarakat dapat hidup dengan lebih nyaman dan aman,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan dari Dinas PUTR ,lewat Uptd Das Ciwidey Aat Safari , menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh terhadap upaya penanganan banjir di Dayeuhkolot. Ia menjelaskan bahwa telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi masalah banjir di kawasan dayeuhkolot, termasuk melakukan pengerukan dan normalisasi sungai, membangun infrastruktur pengendali banjir, serta melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi sungai secara berkala. Kami berharap bahwa dengan adanya kerjasama yang erat antara semua pihak, masalah banjir di kawasan ini dapat segera teratasi dan sungai Cipalasari dapat kembali menjadi sungai yang sehat dan produktif,” ujar Aat Safari.
Diharapkan bahwa dengan adanya konsolidasi dan kerjasama yang erat antara semua pihak, masalah banjir di Desa Dayeuhkolot dapat segera teratasi dan masyarakat dapat menikmati kehidupan yang lebih baik dan lebih aman.
Yans.






