KAB BANDUNG – InfoNesia.me// Ketua Komisi A DPRD Kabupten Bandung, H. Uus Haerudin Firdaus, S.HI., menghadiri Musrenbang tingkat Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung yang bertema “Peningkatan Daya Saing Daerah Yang Berkelanjutan” dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, yang digelar di Aula Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.Pada jumat 13/02/2026.
Menanggapi tantangan anggaran Kecamatan Baleendah di RKPD 2027, H. Uus mengungkapkan dirinya akan mendorong Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bandung untuk memperhatikan anggaran kepada Kecamatan Baleendah secara husus agar anggaranya bisa dinaikan menjadi layak untuk mencukupi kebutuhanya di RKPD 2027, karena wilayah Kecamatan Baleendah merupakan wilayah yang padat penduduk dan luas wilayahnya Mencakup 5 Kelurahan dan 3 Desa dengan jumlah penduduk mencapai 281 ribu jiwa (Persi BPS tahun 2025).
Lebih lanjut H. Uus juga menyampaikan bahwa kehadiranya di musrenbang Kecamatan ini merupakan yang keempat kali nya, setelah musrenbang Kecamatan Ciparay, Pacet dan Kertasari.
Kehadiranya di musrenbang merupakan tugas dari pada anggota dewan dalam pengawasan RKPD Kabupaten Bandung tahun 2027,” ujarnya.
Dalam musrenbang kali ini menurutnya penuh banyak tantangan didalam RKPD Kabupaten Bandung tahun 2027, dimana ini menjadi bagian dari strategi para porkopimda dan porkopincam Baleendah yang ada 33 OPD (Organisasi Perangkat Daerah) ini menjadi bagian dari pada tantangan terkait anggaran yang biasanya besar, sekarang di 5 Keluarahan dan 3 desa ini sangat menurun,” ucapnya.
Kecamatan Balaendah dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang padat ini, tentunya menjadi perhatian kami juga selaku anggota dewan untuk membantu mengusahakan anggaran yang memadai dan kebetulan juga para anggota DPRD yang badir di musrenbang ini adalah unsur pimpinan di banggar,” katanya. ujar H. Uus.

Ada Haji Firman (Golkar) sebagai pimpinan 1, Haji Tarya (PKB) sebagai pimpinan fraksi dan dirinya selaku ketua komisi A bagian pemerintahan juga ingin mengakses menstabilitaskan untuk mengusulkan di banggar agar anggaran yang kecil ini bisa menjadi besar dan layak untuk wilayah yang padat penduduknya ini”, imbuhnya.
Selain tantangan anggaran, H Uus juga memaparkan tantangan yang lainya yaitu mengenai infrastruktur wilayah untuk mengatasi banjir dan penanganan stunting serta penanganan masalah sosial kemasyarakatan lainya seperti layanan BPJS PBI yang mau dihapuskan oleh pemerintah pusat, ini semua merupakan tantangan yang akan kita cari solusinya bersama, ucapnya.
Menanggapi kebutuhan masyarakat saat ini yang sebentar lagi kaum muslim menghadapi bulan suci Romadhon, Ia menyarankan kepada dinas terkait seperti Dinas Pakan dan Dinas Perdagangan untuk proaktif menyelenggarakan pasar murah dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar masyartakat, agar tidak terlalu ada lonjakan harga bahan kebutuhan pokok atau sembako.
“Dan kepada kepala Dinas Pakan dan Disperedagin Kabupaten Bandung, harus turun dan untuk bisa menekan harga-harga di pasar agar tidak terjadi lonjakan harga yang tinggi. Buat harga- harga di pasar bisa terjangkau daya beli masharakat saat ini, “ tegasnya.
Yans.






