Bandung Barat | InfoNesia.me // Upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa terus digencarkan melalui program Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (P3D) Tahun Anggaran 2026.
Salah satu agenda tersebut dilaksanakan oleh Pipih Supriati, S.E. anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Komisi II, yang turun langsung menyapa warga di Kampung Landeuh, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan pengawasan tersebut mengusung tema Manajemen Kesehatan Hewan, menyoroti pentingnya sistem kesehatan ternak yang terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis edukasi masyarakat.
Dalam sambutannya, Pipih. Supriati, S.E menyampaikan apresiasi kepada warga, tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, serta narasumber dari Dinas Peternakan dan Perikanan yang hadir memberikan pemaparan teknis.
Menurutnya, pengawasan P3D bukan sekadar agenda formal, melainkan instrumen strategis DPRD untuk memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa sektor peternakan desa memiliki potensi ekonomi besar jika dikelola dengan standar kesehatan hewan yang baik.
“Kesehatan ternak bukan hanya urusan dokter hewan, tetapi tanggung jawab bersama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, ekonomi keluarga, dan kesehatan masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta.

Fokus Pengawasan Multisektor Desa
Pipih menjelaskan bahwa rangkaian pengawasan P3D tahun ini dilakukan di beberapa desa dengan fokus berbeda.
Sebelumnya ia meninjau program koperasi desa di wilayah Padalarang yang berkaitan dengan penguatan Kopdes Merah Putih, serta sektor perikanan di kawasan sekitar Situ Ciburuy.
Ia menilai pendekatan lintas sektor penting agar pembangunan desa tidak berjalan parsial. Integrasi antara koperasi, peternakan, dan perikanan diyakini mampu membentuk ekosistem ekonomi desa yang saling mendukung.
Edukasi Teknis dari Ahli
Dalam sesi pemaparan, dokter Acep selaku perwakilan dinas menjelaskan prinsip dasar manajemen kesehatan hewan, mulai dari pencegahan penyakit, pola pakan bergizi, sanitasi kandang, hingga pentingnya vaksinasi ternak.
Ia menekankan bahwa penyakit hewan yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak pada produktivitas, bahkan berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi besar bagi peternak kecil.
Ia juga mengingatkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ternak merupakan investasi jangka panjang. Dengan ternak sehat, hasil produksi meningkat, kualitas pangan terjamin, dan pendapatan peternak ikut terdongkrak.
Aspirasi Warga dan Komitmen Tindak Lanjut
Dialog interaktif menjadi bagian penting kegiatan tersebut. Warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari kebutuhan pelatihan peternakan, bantuan obat hewan, hingga akses pemasaran hasil ternak.
Pipih menegaskan seluruh masukan akan menjadi bahan laporan resmi DPRD sebagai dasar rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah.
Ia menutup kegiatan dengan menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap program pemerintah berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.
“Pengawasan bukan sekadar kewajiban konstitusional, tetapi wujud tanggung jawab moral kami untuk memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” tegasnya.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me






