Jakarta | InfoNesia.me // Turnamen catur beregu tingkat nasional berlangsung semarak dengan diikuti 80 tim dari 15 provinsi di Indonesia.
Sejumlah klub papan atas seperti Lani Limo CC, KGCC, BTS, DLH, dan GRCC turut ambil bagian, menegaskan tingginya level persaingan dalam ajang tersebut yang digelar di Pasar Pagi Mangga Dua, Minggu (3/5/2026).
Kompetisi ini juga diikuti oleh 2 Grand Master (GM), 7 International Master (IM), serta 58 master lainnya termasuk master nasional, yang semakin memperkuat kualitas turnamen sebagai salah satu ajang bergengsi dalam kalender percaturan nasional. Turnamen ini juga memperebutkan Piala KH. Prof. Achmad Tjachja Nugraha.

Sementara itu, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menegaskan bahwa turnamen catur beregu memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia.
Seiring dengan Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei 2026, diharapkan dengan turnamen ini dapat menanamkan para pecatur muda untuk memiliki 18 karakter tujuan pendidikan nasional yang dapat membentuk manusia Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas, dan berintegritas.

“Catur bukan sekadar permainan, tetapi merupakan sarana melatih kemampuan berpikir strategis, kecerdasan, kesabaran, integritas, ketelitian, serta kerja sama tim. Nilai-nilai ini sangat penting dalam membentuk karakter individu yang unggul dan berdaya saing,” ujar Prof. Achmad Tjachja Nugraha.

Lebih lanjut, ia menilai ajang seperti ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi para pecatur, terutama dalam meningkatkan kemampuan analisis serta pengalaman bertanding di level kompetitif.
“Turnamen seperti ini memberikan pengalaman langsung yang sangat berharga. Dari sini akan lahir pecatur-pecatur non-master yang semakin matang dan handal melalui proses pertandingan yang sesungguhnya,” tambahnya.
Di sisi lain, panitia menyampaikan bahwa turnamen ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana peningkatan kualitas permainan secara kolektif.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan strategi bertanding catur, terutama dalam hal kekompakan tim,” ujar panitia.
Panitia juga menilai tingginya partisipasi Grand Master dan master lainnya menunjukkan bahwa turnamen ini memiliki gengsi yang kuat di tingkat nasional.
“Animo para Grand Master dan master lainnya menjadi bukti bahwa turnamen ini memiliki daya tarik dan gengsi yang tinggi,” lanjutnya.
Menariknya, ajang ini juga diikuti oleh penyandang disabilitas, mencerminkan semangat inklusivitas dalam dunia olahraga catur nasional.
Selain itu, kehadiran pecatur junior dalam berbagai tim menjadi sorotan penting, menandakan bahwa klub-klub catur di berbagai daerah tengah serius melakukan pembinaan generasi baru.
“Keikutsertaan pecatur muda menunjukkan bahwa proses regenerasi berjalan dengan baik dan pembinaan di daerah terus berkembang,” imbuh panitia.
Turnamen catur beregu ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah pembinaan, kompetisi, serta penguatan ekosistem catur nasional yang semakin kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me






