KAB. BANDUNG – InfoNesia.me// Tim Pentahelix Dayeuhkilot menggelar rapat koordinasi bersama pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pada Selasa, 28 Juli 2026. Pertemuan ini berfokus membahas tindak lanjut berbagai usulan hasil mitigasi bencana yang belum terealisasi, sekaligus menetapkan langkah-langkah penanganan berdasarkan skala prioritas.

​Dari hasil koordinasi tersebut, disepakati sejumlah poin penting yang mencakup perbaikan infrastruktur fisik, pemeliharaan rutin, hingga tata kelola aset penanggulangan banjir di wilayah terdampak dan pengendali banjir ini akan mengoptimalkan fungsi daya tampung air dan mencegah luapan, beberapa penanganan fisik akan segera dilaksanakan.

Ketua Pentahelix Dayeuhkolot, Tri Rahmanto menyampaikan, bahwa BBWS berkomitmen berkolaborasi dengan Tim Pentahelix untuk melakukan pemeliharaan (normalisasi) bak penampungan/kolam BBS minimal tiga bulan sekali, di mana operasional dan pemeliharaan ditanggung sepenuhnya oleh pihak BBWS.

“Adapun perbaikan karet duckbill yang rusak akan dikerjakan dalam waktu dekat guna mencegah aliran balik (backwater) dari Sungai Citarum. Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada duckbill yang rusak akibat tersenggol alat berat saat pengerukan Sungai Cikapundung,” ujar Tri.

Lebih lanjut Tri menyampaikan bahwa ​pembangunan Parapet/Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 1 kilometer yang berada di RW 08 Sukabirus, Desa Citeureup, akan dibangun secara bertahap sepanjang 1 kilometer yang dijadwalkan mulai berjalan pada bulan September 2026.

Selain itu, pembenahan elevasi tanah yang mengalami kenaikan menuju Cipal 2 (lokasi RW 14 Desa Dayeuhkolot) akan segera diperbaiki dan akan melakukan Koordinasi Lintas Instansi dan Pengawasan Aset
​Guna menunjang efektivitas pemantauan bencana dan kejelasan status aset.

member

“Terkait dinding kolam di BBS (depan masjid) yang harus dibongkar, bahwa struktur tersebut merupakan aset milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi Jawa Barat. Pihak BBWS akan membantu memfasilitasi koordinasi ke Dinas SDA Provinsi, katanya.

Tak hanya itu, dalam pertemuan tersebut pihak BBWS menyatakan akan memasang jaringan CCTV di beberapa titik strategis. Fasilitas ini berfungsi ganda untuk pemantauan potensi banjir secara real-time sekaligus pengawasan aset di lapangan.

Terkait hilangnya beberapa unit duckbill di wilayah RW 01 dan RW 03 Desa Citeureup, Tri menyampaikan, pihak BBWS meminta pengurus setempat untuk segera menerbitkan Berita Acara Resmi guna proses pendataan dan tindak lanjut hukum/penggantian.

Tri berharap ​sinergi antara Tim Pentahelix, BBWS, pemerintah daerah, dan pengurus wilayah setempat ini diharapkan dapat mempercepat kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan serta meminimalkan risiko banjir di kawasan Dayeuhkolot, Citeureup, dan sekitarnya. (**)

 

Yans.