Bandung Barat | INFONESIA.ME // Pengaduan yang dilakukan oleh Laskar Anti Korupsi Indonesia Kabupaten Bandung Barat/LAKI-KBB kepada Badan Kehormatan DPRD KBB pada tanggal 12 Agustus 2026 perihal dugaan pelanggaran Etik yang dilakukan oleh Ketua DPRD KBB Mahdi, ternyata jalan ditempat.

Ditanya wartawan perihal perkembangan pengaduan di BK, Gunawan Rasyid Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia/LAKI-KBB menyatakan kekecewaan nya karena hingga saat pengaduannya masih belum diproses.

Insyaallah minggu ini akan kami datangi kembali BK untuk meminta segera di proses dan apabila dengan cara tabayun masih belum bergerak, terpaksa akan dilakukan dengan tekanan melalui unjuk rasa damai.

Diminta tanggapannya perihal unjuk rasa yang dilakukan oleh Gabungan Ormas Bandung Barat Bersatu ( GOBB ) yang menuntut diberhentikannya Sekda dan Ketua DPRD KBB, menyampaikan apresiasi yang tinggi dan sangat mendukung tuntutannya tentu sangat rasional untuk kita sebagai warga KBB.

Sebetulnya gerakan GOBB dengan LAKI-KBB targetnya sama yaitu memperbaiki tata kelola pemerintahan, hanya yang membedakan adalah karakter dimana GOBB lebih kepada tekanan psikopolitik berdasarkan fakta emfirik, sementara LAKI KBB lebih kepada tekanan berdasarkan fakta hukum, tentu ini menjadi gerakan yang saling menguatkan dan itu positif.

member

Memang kalau kita simak ada keanehan di KBB ini, oknum penyelenggara pemerintahannya seperti tidak takut dipenjara bahkan berani secara demonstratif menabrak aturan terutama terhadap dugaan pelanggaran tindak pidana korupsi sehingga kami dengan mudah bisa mendapatkan alat bukti termasuk jejak digital dugaan persekongkolan serta bukti dugaan penerimaan gratifikasi.

Saat ini LAKI-KBB sedang intensif berkonsultasi dengan Aparat Penegak Hukum untuk memastikan mensrea terjadinya tindak pidana korupsi dalam rangka pemenuhan unsur agar laporan pengaduan bisa diterima, terutama terhadap data yang dimiliki adanya dugaan jual beli proyek yang salah satunya memunculkan bukti gratifikasi senilai 500 juta 150 juta.

Kami juga mengingatkan sudah saatnya masyarakat Bandung Barat untuk mengambil peran lebih , APBD tidak boleh dijadikan bancakan , masyarakat dan pengusaha KBB tidak boleh hanya jadi penonton, teguhkan perjuangan dan yang lebih penting jaga kekompakan pungkas Gunawan Rasyid.

 

Jurnalis.  : Red

Editor.     : InfoNesia.me