BANDUNG BARAT | InfoNesia.me // Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat memastikan langkah cepat untuk mengakhiri kekosongan jabatan pada lima organisasi perangkat daerah (OPD) strategis yang hingga kini masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt).
Pengisian jabatan kepala dinas definitif tersebut akan dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka (open bidding) dan ditargetkan rampung hingga pelantikan paling lambat pada akhir Januari 2026.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa pengisian jabatan strategis ini menjadi prioritas utama guna memperkuat kinerja OPD, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat laju pembangunan daerah.
“Pada Januari ini kami rencanakan pelaksanaan open bidding. Selain itu, untuk jabatan eselon III juga akan dilakukan rotasi dan mutasi, kemungkinan di akhir Januari,” ujar Jeje saat ditemui pada Rabu, 7 Januari 2026.
Jeje menjelaskan, keputusan tersebut diambil lantaran penerapan sistem Manajemen Talenta (MATA) atau merit system membutuhkan tahapan yang cukup panjang dan belum sepenuhnya siap untuk diterapkan dalam waktu dekat.
Menurutnya, sistem MATA menuntut kelengkapan data yang mencakup penilaian kinerja, kompetensi, serta rekam jejak aparatur sipil negara (ASN) secara objektif dan terintegrasi.

“Untuk sistem MATA memang prosedurnya cukup panjang. Ada sejumlah data yang harus dilengkapi. Karena itu, sekitar Januari hingga Februari, sistem manajemen talenta baru bisa benar-benar berjalan,” ungkapnya.
Sambil menunggu kesiapan penuh sistem tersebut, Pemkab Bandung Barat akan menggunakan mekanisme pengisian jabatan yang selama ini berlaku agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal.
Adapun lima jabatan strategis yang akan diisi melalui seleksi terbuka meliputi:
1. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)
2. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)
3. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)
4. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)
5. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik)
Jeje mengungkapkan, sejatinya Pemkab Bandung Barat telah mempersiapkan penerapan manajemen talenta dalam pengisian jabatan struktural.
Namun, proses administratif dan teknis yang kompleks membuat sistem tersebut belum dapat diterapkan dalam waktu dekat.
“Manajemen talenta belum bisa dijalankan karena prosedurnya masih panjang dan membutuhkan banyak kelengkapan data. Untuk teknis lebih lanjut bisa ditanyakan ke BKPSDM. Sementara ini, kami masih menggunakan mekanisme manual seperti sebelumnya,” jelasnya.
Meski demikian, Jeje menegaskan bahwa proses seleksi terbuka tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, kompetensi, serta transparansi.
Ia optimistis seluruh tahapan seleksi hingga pelantikan pejabat definitif dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
“Yang jelas, pada akhir Januari 2026 nanti akan ada pelantikan untuk lima dinas strategis tersebut,” tegasnya.
Pengisian jabatan definitif ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan daerah, sekaligus mempercepat realisasi berbagai program prioritas di Kabupaten Bandung Barat.
Keputusan penggunaan mekanisme open bidding ini sekaligus meluruskan pernyataan Jeje sebelumnya yang sempat menyebut pengisian jabatan akan dilakukan melalui sistem manajemen talenta tanpa lelang terbuka.
Namun, dengan mempertimbangkan kesiapan administrasi dan teknis, Pemkab Bandung Barat akhirnya memutuskan tetap menggunakan mekanisme seleksi terbuka agar pengisian jabatan strategis dapat segera direalisasikan.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me






