Bandung Barat|INFONESIA.Me // Arogansi dan keserakahan sebagian penyelenggara negara kembali menyulut api protes rakyat. Gelombang demo besar-besaran yang dimulai 25 Agustus 2025 hingga Kamis (28/08) masih berlanjut, bahkan memakan korban baik dari warga maupun aparat keamanan.
Gunawan Rasyid, Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia Kabupaten Bandung Barat (LAKI-KBB), menilai gejolak ini adalah bentuk kekecewaan masyarakat.
“Wajar rakyat marah. Penyelenggara negara tidak konsisten menjalankan amanat, justru tampil arogan dan serakah,” ujar Guras, sapaan akrabnya.

Meski demikian, LAKI-KBB menegaskan tidak ingin larut dalam isu nasional. Fokus utama mereka adalah menjaga kondusifitas di Bandung Barat.
“Kami mengajak masyarakat jangan terprovokasi oleh penumpang gelap. Demo harus jadi momentum introspeksi bagi pejabat agar benar-benar melayani rakyat,” tegasnya.

Menurut Guras, baik eksekutif maupun legislatif harus membuka diri menerima kritik. Terlebih, isu rotasi dan mutasi pejabat di Pemkab Bandung Barat kini jadi sorotan publik.
“Jangan asal cepat melantik, nanti malah muncul reaksi masyarakat atau lebih parah, berujung kasus hukum,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar setiap laporan terhadap dugaan pelanggaran ASN, terutama yang terkait korupsi, dikaji serius dan objektif.
“Fakta di lapangan, masih banyak pejabat KBB yang terbebani masa lalu. Yang terbukti bermasalah, jangan lagi diberi jabatan,” ucap Guras.
LAKI-KBB mendorong Bupati Jeje Richie Ismail untuk menjalankan rotasi, mutasi, maupun promosi dengan sistem merit sesuai UU No.20/2023 tentang ASN.
Dengan manajemen talenta, pejabat berintegritas bisa langsung dipromosikan tanpa harus tersandera kepentingan.
“Ke depan, kami juga akan fokus ke desa. Perbaikan tata kelola keuangan, pembangunan, ketahanan pangan, hingga BUMDes wajib ditata ulang. Desa harus maju, mandiri, dan akuntabel,” pungkasnya.
JURNALIS : An/Red
Editor : Infonesia.Me