INFONESIA.ME – Adopsi aset kripto di Indonesia terus meningkat, dengan jumlah investor hingga lebih dari 22 juta mencapai akhir 2024. Tetapi, survei memperlihatkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Indonesia tentang kripto masih tergolong rendah dibandingkan negara lain seperti Jepang dan Vietnam. Menyadari pentingnya literasi keuangan virtual, Bittime sebagai platform perdagangan aset kripto berupaya meningkatkan edukasi publik terkait Web3 dan investasi kripto guna memberi dukungan perkembangan ekonomi kreatif.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Bittime mengadakan acara Bittime Unique Dinner yang didukung oleh Future Migration Corporate (DMC Global). Acara ini dirancang untuk memberikan wawasan lebih mendalam mengenai prospek industri kripto di Indonesia, pertumbuhan Bittime sejauh 2025, serta membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan para pengguna setia. Selain edukasi, acara ini juga bertujuan mempererat hubungan antara Bittime dan komunitas investornya.
DMC Global sebagai mitra kolaborasi turut mempromosikan potensi kerja sama antara industri migrasi investasi dan ekosistem aset kripto. Dalam acara ini, DMC Global membahas peluang ekspansi, pemanfaatan investasi aset virtual dalam skala global, serta bagaimana kripto bisa menjadi bagian dari strategi diversifikasi keuangan yang lebih cerdas. Sinergi ini diharapkan bisa memperkuat ekosistem kripto Indonesia sekaligus membuka jalan bagi lebih dalam jumlah besar individu untuk memahami dan mendapatkan keuntungan dari aset virtual secara optimum.
Dalam perjalanan berkembangnya teknologi dan regulasi yang semakin jelas, masyarakat Indonesia kini mempunyai akses lebih luas terhadap dunia keuangan virtual. Tetapi, penting untuk dapat diingat bahwa investasi kripto mempunyai risiko tinggi, termasuk volatilitas harga, regulasi, dan aspek teknologi. Mengingat itu, investor diharapkan melakukan sedikit riset yang matang sebelum berinvestasi serta memahami bahwa keputusan finansial mereka sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.
Sumber: VRITIMES
