Kab.Bandung – InfoNesia.me// Upaya memperluas akses informasi pendidikan tinggi bagi siswa vokasi terus diperkuat. SMK Negeri 1 Majalaya menggelar Education Fair 2026 sebagai langkah strategis menjembatani lulusan menuju perguruan tinggi sekaligus memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan dan industri.
Kegiatan bertajuk “Menembus Batas, Menjemput Impian” ini digelar pada Rabu, 8 April 2026, di Kampus SMKN 1 Majalaya, Kabupaten Bandung, dan diikuti ratusan siswa kelas XII dari berbagai kompetensi keahlian.
Education Fair ini menghadirkan sejumlah perguruan tinggi untuk memberikan sosialisasi langsung kepada siswa, khususnya terkait peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Adapun peserta berasal dari lima jurusan unggulan, yakni Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Elektro Industri (TEI), Teknik Sepeda Motor (TSM), serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL).
Kegiatan ini juga melibatkan guru Bimbingan Konseling serta siswa dari SMA/SMK/MA di wilayah Majalaya dan sekitarnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri SMKN 1 Majalaya, Beni Rukasah Salmon, S.T, yang mewakili Kepala Sekolah Catur Sujatmiko, S.Pd., M.M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam mendukung visi lulusan SMK berbasis BMW (Bekerja, Melanjutkan, Wirausaha).

“Education Fair ini kami fokuskan untuk membuka wawasan siswa yang ingin melanjutkan pendidikan. Kami ingin ada keseimbangan antara lulusan yang bekerja, berwirausaha, dan yang melanjutkan ke perguruan tinggi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana penting bagi siswa untuk mendapatkan informasi komprehensif terkait kampus tujuan, termasuk program studi dan peluang karier di masa depan.
“Dengan kegiatan ini, siswa bisa lebih mengenal dunia kampus secara langsung. Harapannya, mereka dapat merancang masa depan dengan lebih matang sesuai minat dan potensi masing-masing,” katanya.
Beni mengungkapkan, tren lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi menunjukkan peningkatan. Bahkan, pada tahun sebelumnya, sejumlah siswa berhasil menembus perguruan tinggi negeri.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas jejaring dengan perguruan tinggi, sehingga peluang siswa semakin terbuka,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Herni Suryani, S.Psi, menyebut Education Fair merupakan agenda tahunan yang berfokus pada peran Bimbingan Konseling dalam mengarahkan masa depan siswa.
“SMK memang identik dengan dunia kerja, tetapi kami juga mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan. Kegiatan ini menjadi jembatan agar mereka bisa meraih impian masuk ke perguruan tinggi,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan semakin banyak perguruan tinggi, khususnya swasta, yang berpartisipasi sehingga pilihan bagi siswa semakin beragam.
Dalam pelaksanaannya, setiap perguruan tinggi diberikan waktu presentasi selama tujuh menit tanpa sesi tanya jawab.
Interaksi lebih lanjut dilakukan melalui kunjungan langsung siswa ke setiap stan kampus yang telah disediakan panitia.
Selain itu, panitia juga memfasilitasi kebutuhan peserta dengan penyediaan stan lengkap serta konsumsi selama kegiatan berlangsung.
Melalui Education Fair 2026, SMKN 1 Majalaya tidak hanya menghadirkan ruang informasi, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan vokasi yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan masa depan—baik di dunia kerja, wirausaha, maupun pendidikan tinggi.
Yans.





