INFONESIA.ME – Sejak hingga puncaknya di $261 pada Januari 2025, harga Solana (SOL) telah merosot hampir 60% dan kini berada di bawah degree improve penting $183, yang kini berfungsi sebagai resistance. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai apakah SOL bisa kembali bangun atau justru terus melemah dalam waktu dekat.
Salah satu penyebab utama turunnya harga Solana adalah meredupnya tren meme coin, yang sebelumnya mendorong lonjakan harga SOL. Banyak sekali token berbasis Solana ternyata sepertinya tidak mempunyai nilai guna yang jelas dan memiliki kecenderungan untuk menjadi bagian dari skema pump-and-dump. Selain itu, kondisi pasar kripto secara keseluruhan juga merasakan tekanan, dengan Bitcoin dan Ethereum yang turut merasakan penurunan, dengan begitu investor semakin berhati-hati dalam membeli aset kripto seperti SOL.
Dari sisi teknikal, indikator RSI memperlihatkan bahwa SOL dalam kondisi oversold, mengindikasikan potensi pullback jangka pendek sebelum kemungkinan penurunan lebih lanjut. Sementara itu, SOL diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 dan 200 hari, dengan degree improve berikutnya di sekitar $135. Selain itu, muncul kritik terkait dugaan insider buying and selling dalam ekosistem Solana, yang dikarenakan cukup banyak investor ritel merasakan kerugian setelah membeli token yang dijual oleh pemegang awal dengan harga tinggi.
Meski demikian menghadapi tantangan besar, Solana tetap menarik fokus perhatian investor institusional. Beberapa perusahaan investasi besar seperti VanEck dan Bitwise bahkan telah mengajukan proposal untuk produk berbasis Solana di CBOE. Dengan potensi ini, pergerakan harga SOL di masa depan masih dapat merasakan volatilitas signifikan. Bagi investor yang tertarik, untuk memilih platform tepercaya seperti Bittime dapat menjadi langkah yang lebih aman untuk berinvestasi di aset kripto.
Sumber: VRITIMES
