INFONESIA.ME – Indigo, program inkubasi startup virtual milik Telkom Indonesia, kembali memperlihatkan komitmennya dalam memberi dukungan pertumbuhan ekosistem bisnis di Indonesia. Bersama Asosiasi Pengusaha Kreatif Jaya dan Cutting edge Academy Universitas Gadjah Mada, mereka mengadakan Meet The Investor#2 – Get Your First Investment di Yogyakarta pada 21 Februari 2025. Acara ini mempertemukan lebih dari 60 pelaku startup, UMKM, dan mahasiswa dengan investor, memberikan wawasan seputar strategi dapatkan pendanaan awal.
Sebagai wadah kolaborasi lintas sektor, acara ini dirancang untuk membantu peserta memahami proses perolehan pendanaan dengan lebih mendalam. Selain pemaparan materi dari para mahir, peserta juga mematuhi sesi tanya jawab, velocity mentoring, dan networking langsung dengan investor. Dalam diskusi tersebut, mereka mempelajari cara menyusun proposal pendanaan, membangun hubungan dengan calon investor, serta mengeksplorasi berbagai skema pendanaan alternatif seperti challenge capital dan crowdfunding.
Meet The Investor#2 menghadirkan pembicara dari berbagai bidang yang berbagi pengalaman seputar strategi pengembangan bisnis dan pendanaan. CEO Niagahoster, Ade Syah Lubis, menyoroti pentingnya membangun bisnis yang berkelanjutan sebelum mencari tau investor. Sementara, CEO BroilerX, Prastyo Ruandhito, membagikan pengalamannya dalam menghadapi proses pitching dan negosiasi. Direktur Yogya Ventura, Yuliantono, menekankan bahwa membangun kepercayaan dengan investor dengan menggunakan pendekatan non-public juga menjadi faktor kunci dalam meraih pendanaan.
Indigo mengharapkan acara ini bisa memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis mereka dengan dukungan investasi yang tepat. Patricia Eugene Gaspersz, Senior Supervisor Indigo Telkom, menegaskan bahwa rutinitas ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat ekosistem startup Indonesia. Dengan adanya kolaborasi berkelanjutan antara startup, UMKM, dan investor, Indigo berupaya menciptakan ekosistem virtual yang lebih inklusif dan kompetitif secara global.
Sumber : VRITIMES
