Bandung Barat | InfoNesia.me // Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan menghadirkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) “Gapura Amanah” sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus upaya membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Sejak dibuka, kegiatan tersebut langsung diserbu warga yang antusias memanfaatkan kesempatan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga murah.
Antrean masyarakat terlihat memadati lokasi kegiatan demi mendapatkan komoditas pangan strategis yang dijual di bawah harga pasar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat, Dr. H. M. Lukmanul Hakim, mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah Gapura Amanah memang difokuskan untuk menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional, di mana permintaan terhadap bahan pangan biasanya meningkat signifikan.

Menurutnya, pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pangan dengan harga yang stabil dan terjangkau.

“Gerakan Pangan Murah atau Gapura Amanah ini dilaksanakan dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah. Kami menyediakan berbagai komoditas pangan strategis dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar,” ujar Lukmanul Hakim.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai komoditas penting disediakan bagi masyarakat, mulai dari beras premium, beras SPHP, telur ayam, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, minyak goreng, gula pasir, hingga daging ayam dan daging sapi.
Komoditas-komoditas tersebut merupakan bahan pangan yang biasanya mengalami lonjakan permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Lukmanul Hakim menuturkan, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa program ini sangat dibutuhkan, terutama dalam membantu menekan beban pengeluaran rumah tangga.
Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, program ini juga menjadi ruang bagi para pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai distribusi pangan.
Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bandung Barat menggandeng petani lokal, pelaku UMKM, serta sektor pangan dan pertanian untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Di sini kita juga menghadirkan petani dan pelaku UMKM dari sektor pangan dan pertanian. Pemerintah daerah membantu dari sisi distribusi, sehingga harga yang ditawarkan bisa lebih murah dibandingkan harga di pasar tradisional maupun toko modern,” jelasnya.
Ia menambahkan, Gerakan Pangan Murah Gapura Amanah tidak hanya dilaksanakan satu kali, tetapi akan digelar secara bertahap di berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas.

“Kegiatan ini sudah beberapa kali kita laksanakan, dan insya Allah pekan depan hari Selasa akan kembali digelar di lokasi lainnya,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Lukmanul Hakim mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja, terutama menjelang momentum hari raya di mana kebutuhan pangan biasanya meningkat.
Menurutnya, masyarakat diharapkan membeli kebutuhan sesuai keperluan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik, membeli sesuai kebutuhan, dan tetap bijak dalam berbelanja,” pungkasnya.
Melalui program Gapura Amanah, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, inflasi daerah dapat dikendalikan, serta masyarakat dapat menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me






