Kab Bandung Barat  | INFONESIA.ME // Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bandung Barat, H. Samsul Ma’arif, menegaskan bahwa pelaksanaan program pelatihan kewirausahaan dan kecakapan kerja yang digagas bersama HIPKI merupakan bagian penting dari upaya membangun sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, produktif, dan siap bersaing di dunia usaha.

Menurutnya, HIPKI sebagai anggota luar biasa KADIN memiliki peran strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil sekaligus melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, kolaborasi antara KADIN dan HIPKI merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam meningkatkan kualitas SDM Kabupaten Bandung Barat.

“Program ini sangat relevan dengan tugas dan fungsi KADIN, khususnya dalam pembinaan kewirausahaan dan pengembangan usaha baru. Setelah pelatihan ini, tentu perlu ada program lanjutan berupa pembinaan dan pendampingan agar para peserta benar-benar mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing,” ujar H. Samsul Ma’arif.

Ia menilai, antusiasme masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut menjadi bukti bahwa Bandung Barat memiliki potensi SDM yang sangat besar. Potensi tersebut, lanjutnya, harus terus dikembangkan melalui berbagai program peningkatan kompetensi agar mampu menjawab tantangan dunia kerja dan dunia usaha yang semakin kompetitif.

“Ini menjadi indikator sekaligus bukti bahwa Kabupaten Bandung Barat memiliki SDM yang berkualitas dan layak untuk terus dibina. Potensi yang ada harus kita jaga dan tingkatkan melalui pelatihan, pendidikan, serta penguatan keterampilan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

H. Samsul juga mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terhadap berbagai program pengembangan kewirausahaan. Menurutnya, kehadiran Bupati Bandung Barat dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya pelaku usaha baru dan memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan.

“Dukungan pemerintah daerah sangat luar biasa. Kehadiran langsung Bapak Bupati menjadi bukti nyata bahwa pengembangan kewirausahaan dan peningkatan kualitas SDM menjadi perhatian serius pemerintah. Ini tentu menjadi motivasi besar bagi seluruh peserta untuk terus berkembang dan berinovasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Samsul Ma’arif mengungkapkan bahwa KADIN Bandung Barat baru-baru ini melakukan kunjungan bisnis internasional ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa, seperti Dubai, Arab Saudi, Belanda, Jerman, Swiss, hingga beberapa negara Eropa Timur. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya bertemu dengan berbagai pihak, termasuk atase perdagangan Indonesia, guna membuka peluang pasar global bagi produk-produk unggulan Bandung Barat.

Hasil dari kunjungan tersebut memberikan optimisme besar bagi pengembangan UMKM daerah. Bahkan, berbagai pihak di luar negeri memberikan sambutan positif dan membuka peluang kerja sama yang luas untuk produk-produk lokal asal Bandung Barat.

“Kami mendapatkan respons yang sangat baik. Banyak pihak yang memberikan kesempatan dan membuka peluang bagi UMKM Bandung Barat untuk berkembang lebih jauh. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk menyiapkan para pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan memenuhi standar pasar internasional,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu fokus utama ke depan adalah membina UMKM agar tidak hanya mengandalkan pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan peningkatan kualitas produk, penguatan manajemen usaha, pengemasan yang lebih modern, serta pendampingan berkelanjutan.

H. Samsul menambahkan, Bandung Barat memiliki banyak produk unggulan yang berpotensi diterima pasar internasional, mulai dari makanan olahan, produk kemasan, hingga kopi khas daerah yang memiliki karakteristik unik dan bernilai tinggi.

Salah satu produk yang menarik perhatian dalam berbagai pertemuan bisnis internasional adalah kopi fermentasi khas Bandung Barat. Produk tersebut dinilai memiliki cita rasa khas yang berbeda dari kopi pada umumnya dan mampu memberikan pengalaman baru bagi para penikmat kopi di berbagai negara.

“Ada salah satu produk kopi khas Bandung Barat yang memiliki proses fermentasi unik dengan karakter rasa yang sangat menarik. Produk ini mendapat perhatian besar dari berbagai pihak luar negeri. Saat ini masih dalam tahap pembinaan dan pengenalan pasar, sehingga kami belum dapat menyebutkan mereknya. Namun potensinya sangat menjanjikan sebagai produk unggulan ekspor,” paparnya.

Ia optimistis, dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, KADIN, HIPKI, pelaku usaha, dan masyarakat, Kabupaten Bandung Barat akan mampu melahirkan lebih banyak wirausaha tangguh serta memperkuat posisi daerah sebagai pusat pengembangan UMKM yang berdaya saing global.

“Bandung Barat memiliki modal besar, yakni SDM yang unggul, kreativitas masyarakat yang tinggi, serta produk-produk lokal yang berkualitas.

Tinggal bagaimana kita terus membina, mendampingi, dan membuka akses pasar yang lebih luas agar potensi tersebut benar-benar menjadi kekuatan ekonomi daerah yang mampu bersaing di tingkat dunia,” pungkas H. Samsul Ma’arif.

 

Jurnalis.  : An/Red

Editor.     : InfoNesia.me