Kab.Bandung – InfoNesia.me// Kepala Desa Lengkong H. Agus Salam Rahmat menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Reses III Wakil Ketua DPR RI Dr H Cucun Ahmad Syamsurijal yang digelar di GOR Desa Lengkong, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pada Selasa (03/03/2026).
Menurut kepala desa Agus Salam, kegiatan reses tersebut membawa banyak manfaat, terutama dalam memberikan informasi langsung kepada masyarakat terkait berbagai program pemerintah pusat.
Alhamdulillah, Desa Lengkong hari ini mendapatkan keberkahan karena menjadi lokasi reses bapak H Cucun Ahmad Syamsurijal Wakil Ketua DPR RI fraksi PKB. ” Banyak informasi penting yang kami terima secara langsung,” ujar kades Agus Salam usai mendampingi kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan, penjelasan yang disampaikan secara langsung oleh pemangku kebijakan dinilai jauh lebih komprehensif dibandingkan informasi yang beredar di media.
Terutama menyangkut program kesejahteraan masyarakat seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran), hingga program rumah tidak layak huni (rutilahu).
“Melalui reses ini masyarakat jadi lebih paham. Ternyata negara hadir, hanya saja ada dua tantangan. Pertama, bagaimana perangkat kebijakan bisa menyosialisasikan program dengan baik. Kedua, bagaimana masyarakat aktif mencari informasi,” katanya.

Kades Agus Salam pun berharap kegiatan reses serupa juga rutin dilakukan anggota dewan lainnya agar masyarakat semakin terbuka dan tidak merasa kaku dalam mengakses informasi kebijakan.
Menurutnya, reses bukan hanya menyerap aspirasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Lengkong juga menampilkan pertunjukan seni dari anak-anak disabilitas sebagai bentuk kepedulian sosial. Penampilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari H Cucun Ahmad Syamsurijal.
Kades Agus Salam juga menyebutkan, salah satu poin penting yang disampaikan dalam reses ini, adalah komitmen untuk memperjuangkan pendataan disabilitas yang lebih akurat, termasuk wacana pencantuman data disabilitas dalam dokumen kependudukan.
“Data itu harus terukur. Kalau tidak dilakukan pendataan yang jelas, kapan pun angka disabilitas tidak akan pernah pasti. Ini penting agar kebijakan bisa tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, selama ini persoalan pendataan disabilitas masih cenderung menunggu laporan dari bawah (bottom-up).
Ke depan, diharapkan ada pola top -down agar pendataan dan penyaluran bantuan dapat lebih merata dan tidak bergantung pada komunikasi internal warga saja.
Sebagai putra daerah Kabupaten Bandung, Agus Salam berharap H Cucun Ahmad Syamsurijal senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan semoga beliau selalu diberi kesehatan untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung,” tukasnya.
Yans.






