Bandung Barat | InfoNesia.me // Suasana haru menyelimuti Posko bantuan di Pasir Langu, Kecamatan Cisarua. Tangis warga yang kehilangan rumah, harta, bahkan rasa aman akibat longsor perlahan berubah menjadi senyum penuh syukur ketika bantuan datang silih berganti.

Di tengah duka yang belum sepenuhnya reda, hadir sekelompok orang yang membawa lebih dari sekadar sembako mereka membawa harapan.

Keluarga besar KSPSI AGN bersama jajaran FSP KEP SPSI dari tingkat pusat hingga daerah turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana di wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kegiatan ini berlangsung pada hari ke-23 pascabencana sebuah waktu ketika perhatian publik biasanya mulai memudar, tetapi kepedulian mereka justru semakin menguat.

Dipimpin langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP KEP SPSI, R. Abdullah, rombongan membawa paket sembako, kebutuhan pokok, serta dukungan moril bagi warga.

member

Turut hadir Sekretaris PD FSP KEP SPSI Jawa Barat Edi Suherdi, Wakil Ketua I Ira Laila Budiman, serta perwakilan pengurus cabang dan unsur serikat pekerja perusahaan yang ikut berpartisipasi aktif.

Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial. Para relawan terlihat berbincang dengan korban, mendengarkan kisah kehilangan, bahkan memeluk warga yang tak kuasa menahan air mata.

Ketua PC FSP KEP SPSI Bandung Barat, Dadang Ramon, dengan suara bergetar menyampaikan bahwa duka masyarakat Pasir Langu adalah duka seluruh keluarga besar buruh Indonesia. Baginya, solidaritas bukan slogan, melainkan panggilan hati.

“Kami ingin warga tahu bahwa mereka tidak sendiri. Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan terus hadir membantu,” ujarnya penuh empati.

Bagi para korban, bantuan ini menjadi tanda bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Seorang warga lansia yang menerima paket sembako tampak menggenggam tangan relawan sambil berucap lirih, “Terima kasih sudah datang. Kami merasa diperhatikan.”

Posko KSPSI AGN Pasir Langu pun masih dibuka sebagai pusat penyaluran bantuan lanjutan. Siapa pun yang ingin berbagi dipersilakan datang, karena bagi mereka, solidaritas tidak mengenal batas waktu.

Di tengah puing dan tanah yang masih basah oleh bekas longsor, aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa ketika rasa kemanusiaan bersatu, luka sebesar apa pun bisa perlahan sembuh.

Di Pasir Langu, harapan itu kini tumbuh bukan dari tanah yang runtuh, tetapi dari kepedulian yang tak pernah runtuh.

 

Jurnalis.  : An/Red

Editor.     : InfoNesia.me