KBB | infoNesia.me // Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat, Siti Aminah, mengungkapkan bahwa peningkatan kapasitas pelayanan kebencanaan masih menjadi tantangan serius yang perlu segera mendapat perhatian bersama.
Ia menegaskan, kebutuhan penambahan personel dan armada pemadam kebakaran harus disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal dan merata.

Menurutnya, secara ideal satu orang petugas pemadam kebakaran melayani sekitar 5.000 jiwa. Dengan jumlah penduduk Kabupaten Bandung Barat saat ini, maka setidaknya dibutuhkan sekitar 350 personel damkar.
Namun, kondisi eksisting masih jauh dari angka tersebut. Saat ini jumlah personel hanya mencapai 166 orang, bahkan diproyeksikan akan berkurang tiga orang lagi akibat memasuki masa pensiun pada tahun berjalan.
“Kondisi ini tentu berdampak pada kesiapsiagaan dan kecepatan layanan. Tidak mungkin kita membuka pos pelayanan baru jika tidak diimbangi dengan ketersediaan personel dan armada pemadam kebakaran,” ujar Siti Aminah.


Ia berharap ke depan ada penambahan sumber daya manusia sekaligus armada operasional agar pelayanan kebakaran dan penyelamatan bisa menjangkau seluruh wilayah secara maksimal.
Selain persoalan kekurangan personel, Siti Aminah juga menyoroti aspek kesejahteraan petugas, khususnya bagi pemadam kebakaran pemula dan pegawai paruh waktu.
Ia mengakui telah menyampaikan sejumlah permasalahan tersebut kepada Bupati Bandung Barat untuk mendapat perhatian dan solusi kebijakan.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah menurunnya pendapatan petugas setelah berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebelumnya, petugas pemadam menerima uang piket sebesar Rp500.000, namun setelah memperoleh Nomor Induk Pegawai (NIP), tunjangan tersebut justru tidak lagi diterima, sementara gaji pokok masih berada di angka Rp1.750.000.

“Secara kesejahteraan, ini menjadi perhatian kami. Ketika dibandingkan dengan daerah lain seperti Kota Bandung atau Cimahi, masih terdapat selisih yang cukup signifikan,” ungkapnya.
Ia menilai, kesejahteraan petugas memiliki korelasi langsung dengan semangat kerja, profesionalisme, serta kesiapan dalam menghadapi situasi darurat yang berisiko tinggi.
Melalui berbagai masukan tersebut, Siti Aminah berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan nyata, baik melalui penambahan formasi personel, pengadaan armada, maupun peningkatan kesejahteraan petugas.
Langkah ini dinilai penting sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga keselamatan masyarakat serta memperkuat sistem penanggulangan kebakaran dan penyelamatan di Kabupaten Bandung Barat.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me






