Kab.Bandung – InfoNesia.me// Di tengah tantangan regenerasi petani dan dinamika sektor pertanian modern, Ketua Pemuda Tani Indonesia (PTI) DPC Kabupaten Bandung, Luthfian Kurniansyah, S.SP, menunjukkan kepemimpinan progresif melalui capaian nyata di lapangan. Lahan demplot yang digagas organisasinya berhasil menembus produktivitas 12 ton per hektar, meningkat signifikan dari sebelumnya 10 ton per hektar.
Capaian tersebut terungkap dalam kegiatan panen padi sekaligus cek ubinan di Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Hasil ini bukan sekadar angka, melainkan representasi keberhasilan pendekatan pertanian berbasis praktik lapangan, kolaborasi, serta semangat inovasi dari generasi muda tani.
Dalam keterangannya, Luthfian Kurniansyah menegaskan bahwa peningkatan produktivitas ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian memiliki masa depan cerah, khususnya bagi kalangan muda yang berani terjun dan berinovasi.
“Awalnya kita di angka 10 ton per hektar, sekarang alhamdulillah meningkat menjadi 12 ton. Ini menunjukkan bahwa pertanian itu sangat menjanjikan, selama kita serius, tekun, dan mau terus belajar,” ungkapnya.
Kegiatan panen dan cek ubinan tersebut turut dihadiri oleh pengurus Pemuda Tani Indonesia, penyuluh pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), para petani, hingga unsur TNI dari Babinsa. Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam mendorong produktivitas sekaligus memastikan transfer pengetahuan berjalan optimal di tingkat petani.
Lebih jauh, Luthfian menekankan bahwa keberhasilan demplot ini tidak berhenti pada satu titik, melainkan harus menjadi model yang dapat direplikasi secara luas di seluruh wilayah Kabupaten Bandung.

“Kami ingin ini tidak hanya jadi contoh, tapi bisa diterapkan oleh petani lain. Harapannya, generasi muda juga semakin tertarik untuk terjun ke dunia pertanian karena sudah melihat langsung hasilnya,” tambahnya.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan terhadap masa depan sektor pertanian. Di tangan generasi muda yang adaptif dan berorientasi hasil, pertanian tidak lagi identik dengan keterbatasan, melainkan peluang besar yang mampu memberikan kesejahteraan.
Dengan capaian 12 ton per hektar, Pemuda Tani Indonesia DPC Kabupaten Bandung menegaskan posisinya sebagai motor penggerak regenerasi petani sekaligus pionir dalam mendorong transformasi pertanian menuju arah yang lebih produktif, modern, dan berkelanjutan.***
Yans.






