BANDUNG BARAT|INFONESIA.Me // Desa Bojongkoneng, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, merayakan hari jadinya yang ke-197 pada Kamis (28/8/2025) dengan penuh khidmat melalui prosesi adat Babarit atau Sedekah Bumi.
Tradisi turun-temurun ini kembali digelar sebagai bentuk rasa syukur, doa keselamatan, sekaligus pengingat agar masyarakat senantiasa menjaga warisan budaya Sunda.
Kepala Desa Bojongkoneng, Tarmaya, menyampaikan bahwa setiap perayaan Milangkala Desa selalu diiringi kegiatan seni budaya.
“Tujuannya adalah untuk melestarikan budaya Sunda yang sudah diwariskan oleh para karuhun. Inti dari Babarit adalah syukuran bumi, sekaligus doa tolak bala agar masyarakat Bojongkoneng, khususnya Kecamatan Ngamprah, dijauhkan dari segala marabahaya,” ungkapnya.
Rangkaian acara dimulai sejak siang dengan penyambutan tamu undangan, arak-arakan hasil bumi oleh warga, pembacaan rajah bubuka, hingga ritual adat yang dipimpin para sesepuh dan pemangku adat.

Berbagai kesenian tradisi turut memeriahkan suasana, seperti Tari Empat Unsur Alam, acara adat Simbeuh Banyu oleh tim Tarawangsa, dan puncaknya ditutup dengan doa bersama serta makan Gemrong Congcot sebagai simbol persatuan warga.
Hadir dalam kesempatan itu jajaran Forkopimcam Kecamatan Ngamprah, Camat beserta perwakilan Polsek dan Koramil, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh ketua RW yang berjumlah 20 orang.
Mereka memberikan apresiasi kepada pemerintah desa dan masyarakat yang konsisten menjaga budaya.
Camat Ngamprah Agnes Virganty menegaskan, “Tradisi Babarit ini bukan sekadar seremoni, tetapi ritual adat yang termasuk ke dalam kekayaan budaya tak benda sebagaimana diatur dalam UU No. 5 Tahun 2017. Artinya, ini adalah kearifan lokal yang wajib kita rawat agar tidak punah.”
Selain itu, salam hormat dan apresiasi juga disampaikan Bupati Bandung Barat, Jeje Ritche Ismail serta Wakil Bupati H. Asep Ismail, yang menitipkan harapan agar Desa Bojongkoneng terus berbenah menuju desa wisata berbasis budaya.
Harapan serupa juga diungkapkan oleh panitia Milangkala. Mereka menekankan pentingnya mengenalkan tradisi adat kepada generasi muda.
“Semoga dengan adanya acara ini, anak-anak muda Bojongkoneng bisa mencintai budayanya sendiri, sehingga tradisi seperti Babarit tidak hanya menjadi kenangan, tetapi hidup terus sepanjang zaman,” ujarnya.
Dengan semangat ngariksa jeung ngajaga warisan karuhun, Milangkala ke-197 Desa Bojong koneng bukan hanya sebuah perayaan, melainkan juga tonggak untuk meneguhkan identitas budaya Sunda di tengah arus modernisasi.
JURNALIS : AN/RED
EDITOR : INFONESIA.Me