Bandung Barat | InfoNesia.me // Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tingkat Kabupaten Bandung Barat bertempat di Aula Pine Shalom, Cisarua, Jumat (5/12/2025).
Kegiatan strategis ini difokuskan untuk meninjau pelaksanaan program KDMP sepanjang tahun berjalan, melakukan evaluasi menyeluruh, serta merumuskan rencana aksi dan rencana kerja untuk tahun mendatang.
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, menegaskan bahwa Pemkab berkomitmen penuh dalam mengawal pengembangan KDMP yang kini telah terbentuk di 165 desa.

Ia menyampaikan bahwa sebagian besar KDMP di Bandung Barat telah mulai bergerak menjalankan unit usaha dan memperlihatkan prospek pertumbuhan yang sangat positif.
“Beberapa KDMP sudah mampu melaksanakan kegiatan usaha dan menunjukkan potensi menjanjikan. Ini adalah langkah awal yang luar biasa bagi kebangkitan ekonomi desa,” ungkap Jeje.

Bupati menjelaskan bahwa KDMP merupakan salah satu program strategis nasional yang harus berjalan beriringan dengan program lainnya. Sinergi antarsektor menjadi kunci agar penguatan ekonomi masyarakat dapat semakin kokoh.

“Program seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga KDMP harus saling menguatkan. Bahkan, KDMP bisa menjadi mitra penyedia bahan baku bagi dapur SPPG, sehingga rantai ekonomi lokal berjalan lebih efektif,” tuturnya.
Ia optimistis bahwa dengan semakin stabilnya pertumbuhan ekonomi masyarakat, kepercayaan berbagai pihak untuk ikut berkontribusi membangun Bandung Barat akan semakin kuat.
“Pembangunan membutuhkan peran semua elemen secara aktif dan inklusif. Karena itu, kami menyambut baik kemitraan antara pemerintah dengan organisasi strategis seperti KDMP yang memiliki peran penting dalam mendorong ekonomi desa,” tambahnya.
Jeje juga mengajak semua pihak untuk mensyukuri karunia sumber daya yang dimiliki Bandung Barat. Menurutnya, KDMP adalah instrumen penting untuk mengolah potensi tersebut menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap KDMP dapat mengembangkan potensi lokal hingga menjadi industri bernilai tinggi. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi akan semakin naik dan kesejahteraan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

165 KDMP Terbentuk, DiskopUMKM Pastikan Pendampingan Berjalan Maksimal
Kepala DiskopUMKM KBB, Sri Dustirawati, menyampaikan bahwa jumlah KDMP yang telah terbentuk di seluruh desa se-Kabupaten Bandung Barat saat ini telah mencapai target, yakni 165 koperasi desa.
“Pemkab telah memfasilitasi pendirian KDMP, termasuk penerbitan akta resmi koperasi oleh notaris pembuat akta koperasi yang berdomisili di Bandung Barat,” ujarnya.
Selain pendirian, DiskopUMKM juga telah memberikan berbagai dukungan dalam peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan KDMP. Termasuk di antaranya pelatihan, pendidikan koperasi, hingga uji kompetensi bersertifikasi bagi seluruh pengurus KDMP.
“Kami telah menyelenggarakan pelatihan dan uji kompetensi bagi 165 pengurus KDMP, serta melakukan penguatan kelembagaan untuk memastikan koperasi ini terus tumbuh dan berdaya,” tambah Sri.
KDMP Diharapkan Jadi Pilar Ekonomi Desa di Bandung Barat
Melalui rakor ini, Pemkab Bandung Barat menegaskan kembali bahwa KDMP bukan hanya wadah ekonomi, tetapi juga instrumen strategis untuk membangun kemandirian desa, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, serta mendorong peningkatan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Dengan evaluasi menyeluruh, sinergi lintas program, serta penguatan kapasitas kelembagaan, KDMP diharapkan siap menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu mengangkat potensi lokal dan menjadikannya kekuatan ekonomi yang nyata bagi Kabupaten Bandung Barat.
Jurnalis. : An/Red
Editor. : InfoNesia.me






