INFONESIA.ME – Indonesia memperlihatkan potensi besar dalam penerapan teknologi Synthetic Intelligence (AI) di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, startup, sampai perusahaan besar. Teknologi ini menjadi pilar penting dalam peta jalan transformasi virtual nasional, “Making Indonesia 4.0.” Dalam beberapa tahun terakhir, AI telah diadaptasi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, seperti analisis information kependudukan oleh pemerintah, telemedicine di sektor kesehatan, sampai chatbot untuk layanan pelanggan di sektor bisnis.
Di sektor pendidikan, AI digunakan untuk membuat proses pembelajaran lebih interaktif dengan menggunakan sistem manajemen pembelajaran berbasis virtual. Selain itu, startup lokal semakin gencar mendapatkan keuntungan dari AI untuk menawarkan solusi inovatif di berbagai bidang, seperti fintech dan edutech. Adaptasi AI juga membawa manfaat seperti efisiensi operasional, personalisasi layanan, dan daya saing global. Hal ini memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak sekali investasi dan mempercepat transformasi virtual.
Tetapi, penerapan AI di Indonesia sepertinya tidak lepas dari tantangan. Kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang terampil, infrastruktur teknologi yang belum merata, serta isu privasi dan etika information menjadi hambatan utama. Regulasi yang ketat dan peningkatan kualitas SDM di bidang teknologi menjadi langkah penting untuk memberi dukungan perkembangan AI secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Dengan pasar yang luas dan dukungan dari pemerintah, Indonesia berpeluang besar menjadi salah satu pemimpin AI di Asia Tenggara. Untuk sampai hal ini, pengembangan infrastruktur dan ekosistem yang memberi dukungan perlu menjadi prioritas. Dengan demikian, Indonesia bisa memaksimalkan potensi AI dalam meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing di tingkat global.
Sumber: VRITIMES
