Kab.Bandung –InfoNesia.me// Dalam upaya penanganan banjir di wilayah Banjaran, Kabupaten Bandung, Banjaran menggelar rapat kordinasi memperkuat melalui sinergi antar unsur pentahelix. Hal ini diwujudkan dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. pada Kamis (23/04/2025).
Rapat penting tersebut dipimpin langsung oleh Camat Banjaran Kasta Wiguna A.M.p dan dihadiri oleh Fokopimcam Banjaran, Anggota DPRD serta sejumlah perwakilan dari berbagai instansi, di antaranya UPTD PUTR, Balai Besar Wilayah Sungai (BWS), PSDA, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan para kepala desa serta perwakilan perusahaan.
Dalam pertemuan itu, para peserta membahas sejumlah program strategis yang akan segera dijalankan, seperti pembangunan dan perbaikan drainase, normalisasi aliran sungai, serta pembuatan tanggul penahan banjir. Selain itu, sistem peringatan dini banjir dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi bencana juga menjadi fokus utama.
Camat Banjaran Kasta Wiguna, menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan banjir tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi kuat dari seluruh elemen pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.
“Kita harus bekerja sama secara sinergis. Pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan anggaran, akademisi menyumbangkan kajian ilmiah, sektor swasta berkontribusi melalui teknologi dan sumber daya, masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan, dan media menyampaikan informasi yang edukatif serta akurat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Camat Banjaran Kasta pun menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor. Ia mendorong pengembangan platform informasi terpadu agar seluruh pihak dapat mempercepat respon dan koordinasi saat terjadi bencana.
Dengan semangat kolaborasi pentahelix, penanganan banjir di wilayah kecamatan banjaran diharapkan berjalan lebih efektif, berkelanjutan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tuturnya.
Rapat koordinasi ini menjadi wujud nyata komitmen bersama seluruh unsur dalam menghadapi tantangan bencana banjir dengan pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.
Yans.

Tinggalkan Balasan