Kab.BANDUNG – InfoNesia.me// Karang Taruna Lembayung Sari kembali sukses menyelenggarakan turnamen sepak bola antar-pemuda sebagai agenda rutin tahunan. Kegiatan ini digelar dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun kekompakan para pemuda di lingkungan RW 09 Bojong Citepus, Desa Cangkuangwetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Setelah melaksanakan beberapa pertandingan yang di ikuti 12 team dari 6 Rt yang ada di wilayah RW 09 Kampung Bojong Citeupus Desa Cangkuang Wetan, pada kompetisi tahunan ini memberikan warna baru dengan bertemunya tem Galuh dan team Warung Reabon masuk ke grand Final untuk memperebutkan juara kesatu dan menjadi tema terbaik pada tahun ini.

Dalam turnamen tahunan yang dilaksakan Karang Taruna Lembayungsari ini juga dihadiri pemain Persib legend tahun 80an yaitu Yusup Bahtiar sengaja dihadirkan oleh panitia sebagai bentuk motivasi dan dukungan kepada atlit muda sepak bola dianak rumput.

​Dalam sambutannya, Ketua Karang Taruna Lembayung Sari Kang Irpan Permana, mengapresiasi konsistensi semua pengurus Karang Taruna yang yang terlibat untuk terus menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat dari tahun ke tahun.

Ia menekankan bahwa esensi utama dari turnamen ini adalah menjalin kebersamaan dan memberikan hiburan bagi warga.

​”Kami dari kepengurusan Karang Taruna Lembayung Sari RW 09, menitipkan pesan kepada seluruh tim yang bertanding untuk selalu menjaga sportivitas. Kegiatan ini adalah wadah silaturahmi, hiburan, dan upaya untuk terus mengompakkan para pemuda di wilayah RW 09,” ujar Kang Irpan di lapangan pertandingan.

​Selain kepada para pemain, imbauan juga ditujukan kepada warga dan masyarakat yang hadir menonton agar senantiasa menjaga ketertiban dan menciptakan suasana pertandingan yang menyenangkan.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap sepak bola harus diimbangi dengan sikap saling menghargai, terlebih di tengah makin berkembangnya euforia sepak bola nasional seperti dukungan terhadap Persib maupun Tim Nasional Indonesia.

​”Kami berharap penonton dan masyarakat bisa menikmati pertandingan dengan enjoy dan nyaman. Mari kita tunjukkan iklim olahraga yang baik di lingkungan kita,” tambahnya.

​Dalam kesempatan yang sama pada saat pembukaan acara, Yusuf Bachtiar sebagai legend pemain PERSIB Bandung menyampaikan apresiasi atas turnamen yang dilaksanakan Karang Taruna Lembayung Sari. turnamen ini merupakan ajang untuk meningkatkan bakat-muda yang ada diwilayah.

Yusuf Bachtiar juga menegaskan pentingnya mengubah cara pandang dalam bertanding.Menurutnya, dalam dunia sepak bola tidak ada istilah musuh.

​”Lawan itu adalah partner bermain untuk menampilkan keterampilan. Kalau kita bicara musuh, konotasinya sudah harus berantem. Sepak bola itu boleh keras, boleh beradu, tetapi tidak boleh keluar dari jalur aturan dan harus menjunjung tinggi fair play,” tegasnya.

​Selain menyuarakan nilai sportivitas, mantan Pemain Persib sekaligus pemandu bakat nasional yang pernah membawa pemain muda asal Bojong Citeupus bernama Arka bertolak ke Jepang ini juga menyoroti keterbukaan klub kebanggaan Jawa Barat, Persib Bandung. Ia menegaskan bahwa Persib adalah milik bersama dan membuka kesempatan bagi siapa saja yang memiliki keterampilan.

​Ia pun berharap ke depannya porsi bagi pemain lokal dapat makin diperluas agar talenta-talenta daerah dapat menunjukkan kemampuannya di tingkat profesional tanpa merasa berkecil hati.

​”Jangan sampai punya pemikiran mentok main bolanya karena kita bukan pemain asing. Tetap bangun potensi itu, karena bakat-bakat unggul itu sebenarnya ada di sekitar kita,” pungkas Yusuf sebelum menutup sambutan dan mengucapkan selamat bertanding kepada para peserta.

Pada Grand final Sepak Bola tahun ini, kedua tim memberikan permainan terbaik. Dimana tim Warung Reabon memenangkan pertandingan menjadi juara kesatu dengan skor 1-0 atas team Galuh

 

Yans.